bendera

Sabtu, 06 Juni 2026    08:30 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


JAKI : Jika Hanya Untungkan Koruptor, Lebih Baik Investor Tahan Diri Ke Indonesia


audy,    19 September 2019,    23:57 WIB

JAKI : Jika Hanya Untungkan Koruptor, Lebih Baik Investor Tahan Diri Ke Indonesia

Jakarta – MINews.com: Koordinator Eksekutif Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) Yudi Syamhudi Suyuti menilai, penolakan sebagian besar masyarakat terhadap UU KPK yang baru disahkan menimbulkan belum adanya kepastian hukum menyangkut investasi, belum lagi RUU KUHP yang tak kunjung selesai dan masalah kebakaran hutan.


“Kami dari bagian masyarakat internasional dan rakyat Indonesia, menghimbau kepada para investor untuk menahan diri dahulu rencana investasi ke Indonesia. Hal ini penting untuk dipertimbangkan para investor karena situasi Indonesia yang belum stabil khususnya dalam hal kepastian hukum.” Ujarnya dalam release yang diterima redaksi Kamis, (19/9)

Yudi berpendapat bahwa, Dua instrumen hukum dan perusakan hutan secara brutal ini tidak sejalan dengan agenda sustainable development goals (SDGs) menyangkut Hak Asasi Manusia.

“Hal ini akan mengakibatkan bukan saja kerugian besar para investor, melainkan hanya menguntungkan para koruptor dan rakyat Indonesia menjadi korban dari membesarnya kekuasaan oligarki dan instrumen negara yang mereka kendalikan.” Jelasnya.
Akibatnya, lanjut Yudi, berbagai proyek dan investasi di Indonesia tidak akan berjalan akibat tekanan rakyat. Sehingga beban investasi menjadi besar, proyek pembangunan terhenti dan rencana pembangunan berkelanjutan, dimana hak asasi manusia ditempatkan sebagai pusat pembangunan akan gagal.


“Para investor lebih baik menunggu kepastian hukum dan stabilnya situasi politik di Indonesia atau kami sarankan, para investor merubah haluan sementara dari penanaman modal bisnis ke arah bantuan langsung ke masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak asasinya, dimana hal ini merupakan bentuk kerjasama kemanusiaan antar masyarakat.

Menurut Yudi, hal ini lebih realistis dan akan memperkuat kerjasama dan investasi ekonomi nantinya setelah akar persoalan pembangunan berkelanjutan yang ditargetkan pada 2030 tercapai.

“tentunya semua pihak akan mendapatkan keuntungan besar. Khususnya rakyat Indonesia, dunia internasional, negara pihak dan investor secara win-win solution.” Pungkasnya***


banner
NASIONAL
img
Jumat, 05 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menghadiri Upacara Penutupan Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN)
img
Jumat, 05 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 130 pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Dalam pelantikan yang berlangsung
img
Kamis, 04 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengingatkan masyarakat untuk memahami prosedur dan persyaratan pemecahan bidang tanah sebelum mengajukan permohonan ke Kantor Pertanahan. Layanan ini menjadi
img
Rabu, 03 Juni 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyambut kedatangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim
img
Rabu, 03 Juni 2026
Singapura - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M. memimpin Delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada penyelenggaraan Sidang ke-22 TNI-Singapore Armed Forces Annual Staff Meeting
img
Rabu, 03 Juni 2026
Tangerang-Mediaindonesianews.com: Kehadiran layanan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang dinilai mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan pertanahan secara terintegrasi

MEDIA INDONESIA NEWS