bendera

Selasa, 03 November 2026    05:46 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


JAKI : Jika Hanya Untungkan Koruptor, Lebih Baik Investor Tahan Diri Ke Indonesia


audy,    19 September 2019,    23:57 WIB

JAKI : Jika Hanya Untungkan Koruptor, Lebih Baik Investor Tahan Diri Ke Indonesia

Jakarta – MINews.com: Koordinator Eksekutif Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) Yudi Syamhudi Suyuti menilai, penolakan sebagian besar masyarakat terhadap UU KPK yang baru disahkan menimbulkan belum adanya kepastian hukum menyangkut investasi, belum lagi RUU KUHP yang tak kunjung selesai dan masalah kebakaran hutan.


“Kami dari bagian masyarakat internasional dan rakyat Indonesia, menghimbau kepada para investor untuk menahan diri dahulu rencana investasi ke Indonesia. Hal ini penting untuk dipertimbangkan para investor karena situasi Indonesia yang belum stabil khususnya dalam hal kepastian hukum.” Ujarnya dalam release yang diterima redaksi Kamis, (19/9)

Yudi berpendapat bahwa, Dua instrumen hukum dan perusakan hutan secara brutal ini tidak sejalan dengan agenda sustainable development goals (SDGs) menyangkut Hak Asasi Manusia.

“Hal ini akan mengakibatkan bukan saja kerugian besar para investor, melainkan hanya menguntungkan para koruptor dan rakyat Indonesia menjadi korban dari membesarnya kekuasaan oligarki dan instrumen negara yang mereka kendalikan.” Jelasnya.
Akibatnya, lanjut Yudi, berbagai proyek dan investasi di Indonesia tidak akan berjalan akibat tekanan rakyat. Sehingga beban investasi menjadi besar, proyek pembangunan terhenti dan rencana pembangunan berkelanjutan, dimana hak asasi manusia ditempatkan sebagai pusat pembangunan akan gagal.


“Para investor lebih baik menunggu kepastian hukum dan stabilnya situasi politik di Indonesia atau kami sarankan, para investor merubah haluan sementara dari penanaman modal bisnis ke arah bantuan langsung ke masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak asasinya, dimana hal ini merupakan bentuk kerjasama kemanusiaan antar masyarakat.

Menurut Yudi, hal ini lebih realistis dan akan memperkuat kerjasama dan investasi ekonomi nantinya setelah akar persoalan pembangunan berkelanjutan yang ditargetkan pada 2030 tercapai.

“tentunya semua pihak akan mendapatkan keuntungan besar. Khususnya rakyat Indonesia, dunia internasional, negara pihak dan investor secara win-win solution.” Pungkasnya***


banner
NASIONAL
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...
img
Senin, 02 November 2026
Afrika - Tim Patroli Temporary Operating Base (TOB) Tchabi Satgas Indonesia Rapid Deployable Battalion (Indo RDB) XXXIX-H MONUSCO yang dipimpin Komandan Kompi (Danki) Mayor Inf Wira Wijaya, melaksanakan patroli sekaligus...
img
Senin, 02 November 2026
Kalsel - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan tiga pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai sebanyak 9,3 ton bahan modifikasi cuaca berupa garam...
img
Senin, 02 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...

MEDIA INDONESIA NEWS