bendera

Rabu, 04 November 2026    06:24 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Virus Corona Bangkitkan Rasisme Terhadap Warga Keturunan Asia di Australia


Redaksi,    05 Mei 2020,    19:31 WIB

Virus Corona Bangkitkan Rasisme Terhadap Warga Keturunan Asia di Australia

MINNEWS - Australia - Pemerintah Australia meminta warganya untuk melaporkan tindakan rasis atau kekerasan kepada warga keturunan China. 


 

Sejak pandemi virus Covid-19 berlangsung, warga Australia keturunan Asia dilaporkan telah mengalami sejumlah penyerangan, dalam bentuk fisik atau verbal, termasuk menerima ancaman kematian dan perusakan terhadap rumah mereka.

 


Menteri Imigrasi Australia, Alan Tudge mengatakan aksi perusakan rumah warga keturunan China di Melbourne sebagai tindakan 'memalukan' dan 'pengecut'.

 

Melihat aksi tersebut, ia mengatakan 99,9% warga Australia berpihak dan mendukung warga keturunan Asia di Australia.

 

"Saya mengajak masyarakat Australia untuk menegur tindakan rasis kalau menyaksikan. Hentikan orang yang coba melakukannya. Jangan membiarkan tindakan itu terjadi, memberikan teguran menjadi tanggung jawab kita bersama."

 

Pesan yang sama telah disampaikan sejumlah politikus Australia, termasuk Menteri Hukum dan Kesehatan Mental di Kawasan Ibukota Australia (ACT), Shane Rattenbury, yang baru-baru ini mendorong warga Canberra untuk menegur pelaku tindakan rasis bila memungkinkan.

 

Menurut laporan yang diterima Komisioner Diskriminasi di Komisi Hak Asasi Manusia ACT, Karen Toohey, insiden rasis terutama meningkat di kalangan pekerja kesehatan dan karyawan retail, sejak Maret lalu.

Kenyataan ini tidak diragukan lagi oleh ketua Komisi Multikultural Victoria, Vivienne Nguyen, yang mengatakan tindakan rasis tidak terbatas dalam kata-kata.

 

"Tindakan rasis yang dilakukan tidak mesti diucapkan, tapi juga dapat dilakukan melalui pandangan sekilas, gestur memutar bola mata, dan bisikan. Ini sudah tidak diragukan lagi."

 

Vivienne menyayangkan angka pelaporan tindakan rasis yang sangat rendah. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan seputar proses hukum atau kekhawatiran tidak adanya bukti yang dimiliki korban.

 

"Anggota komunitas Asia merasa tidak banyak yang dapat mereka lakukan. Karena itu, mereka tidak dapat melakukan apa-apa selain menceritakan perasaan dan pengalaman mereka kepada teman atau melalui unggahan di media sosial."(Juan)


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Pemberangkatan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA TA 2026 yang digelar di Lapangan Gelanggang Olahraga...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - TNI terus mengintensifkan pengiriman logistik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari  Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (3/11/2026). Pada hari ini, TNI...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian DPN membahas dinamika keamanan dan...
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...

MEDIA INDONESIA NEWS