bendera

Rabu, 04 November 2026    02:08 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Risiko Tinggi Jika Berpergian dalam Situasi Pandemi Covid-19


dee maz,    06 April 2020,    19:08 WIB

Risiko Tinggi Jika Berpergian dalam Situasi Pandemi Covid-19

Jakarta - MINews : Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto mengatakan terdapat risiko terlalu tinggi jika masyarakat tetap berpergian termasuk mudik ke kampung halaman mereka dalam situasi pandemi COVID-19 sebagaimana terjadi saat ini. Risiko besar melakukan perjalanan jauh atau mudik di tengah COVID-19 tersebut tidak bicara tentang titik awal atau akhir, melainkan selama proses perjalanan. 


"Risikonya terlalu tinggi kalau berpergian dalam situasi seperti ini, sebab akan ada perjalanan panjang yang dilalui dan sangat mungkin bertemu banyak orang," kata Yuri pada perbincangan yang mengangkat tema "Sukses Isolasi Mandiri Selama 14 Hari" di Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (6/4).

Sebagai contoh, saat seseorang sampai di terminal tentu bertemu banyak orang dan begitu pula saat berada di dalam kendaraan. Otomatis akan berinteraksi dengan orang yang tidak tahu kondisinya bagaimana. 

Apalagi saat berada di dalam bus dengan sirkulasi udara tertutup sehingga memungkinkan terjadi penyebaran jika ada yang terjangkit COVID-19 di dalamnya. 


"Nanti ada yang batuk, dropletnya bisa mengenai benda-benda di dalam bus," ujarnya. 

Namun bagi masyarakat yang sudah terlanjur mudik atau siapapun yang terpaksa berpergian, maka langkah atau upaya mesti dilakukan adalah menjaga jarak dalam berkomunikasi. 

Bahkan, untuk sementara tidak bersalaman dulu dengan keluarga di kampung dan rajin mencuci tangan. Di sisi lain, perlu pula memberikan penjelasan atau pemahaman terkait COVID-19 itu pada keluarga. 

Hal itu perlu dilakukan agar individu tersebut tidak menjadi pembawa potensi penyakit bagi keluarga di kampung halaman. Sebab tidak ada yang tahu apakah dia sebagai carrier atau pembawa virus atau bukan. 

"Karena bisa saja kita membawa virus. Apalagi 60-70 persen penderita COVID-19 merupakan orang tanpa gejala,” pungkas Yuri.

 


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Pemberangkatan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA TA 2026 yang digelar di Lapangan Gelanggang Olahraga...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - TNI terus mengintensifkan pengiriman logistik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari  Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (3/11/2026). Pada hari ini, TNI...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian DPN membahas dinamika keamanan dan...
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...

MEDIA INDONESIA NEWS