bendera

Kamis, 03 September 2026    06:55 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Haul Kesepuluh, Shinta Nuriyah Kenang Gus Dur Sebagai Budayawan


dee maz,    29 Desember 2019,    16:49 WIB

Haul Kesepuluh, Shinta Nuriyah Kenang Gus Dur Sebagai Budayawan
Nyai Hj Sinta Nuriyah, istri almaghfurlah KH Abdurrahman Wahid (Foto: NU Online)

Jakarta – MediaIndonesiaNews : NU Online Banyak orang mengenal KH Abdurrahman Wahid sebagai sosok presiden keempat Republik Indonesia dan juga kiai yang begitu memahami beragam pengetahuan Islam.


Di luar kedua itu, tokoh yang akrab disapa Gus Dur itu juga merupakan sosok demokratis, humanis, humoris, bahkan budayawan.

Hal terakhir inilah yang diangkat pada Haul Kesepuluh Gus Dur. "Satu lagi, Gus Dur adalah budayawan. Terbukti dulu pernah menjabat Dewan Kesenian Jakarta," kata Nyai Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid saat memberikan sambutan pada Haul Kesepuluh Gus Dur di Kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12).

Gus Dur dalam tulisan dan pembicaraannya menyampaikan gagasan dan ide kebudayaannya. Tetapi tidak hanya itu, Nyai Sinta menyebut bahwa laku Gus Dur juga penuh dengan kebudayaan.


"Kebudayaan Gus Dur juga dibuktikan dengan pemikiran gagasan dan laku hidupnya yang konsisten sebagai cermin nilai kemanusiaan," ujar perempuan yang pada 18 Desember 2019 lalu mendapatkan anugerah doktor honoris causa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Tradisi dan budaya, lanjutnya, adalah harkat kemanusiaan. Karenanya, bagi Gus Dur, menjaga kebudayaan adalah menjaga kemanusiaan itu sendiri.

Sosok yang pluralis itu juga melakukan gerakan kultural dengan merajut serpihan hati dan retakan kebudayaan agar bisa kembali utuh.

Mengangkat kembali Gus Dur sebagai sosok budayawan ini sangat penting mengingat kondisi kebudayaan saat ini sejak kepulangan Gus Dur terus mengalami pembrangusan, seperti pelarangan upacara adat, penghancuran patung, dan sebagainya. Terlebih hal itu dilakukannya atas nama agama.

"Kondisi ini telah membuat bangsa ini defisit tradisi," ujar perempuan kelahiran Jombang, 8 Maret 1948 itu.

Oleh karena itu, katanya, ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga kebudayaan. "Tanpa kebudayaan, manusia tidak lagi menjadi manusia," katanya.

Haul, menurutnya, merupakan momentum penting dalam menjaga rajutan budaya dan agama yang telah dilakukan para pendahulu.

Dengan haul, ada silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen bangsa.

"Kita bisa keluar dari kepengapan budaya selama ini terjebak dalam kotak keyakinan. Haul ini mempererat tali silaturahmi," pungkasnya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS