bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Bangli Tolak Jadi “Tempat Sampah” Denpasar, DPRD Ingatkan Konsep Hulu–Teben


Jro Budi,    26 Desember 2025,    18:06 WIB

Bangli Tolak Jadi “Tempat Sampah” Denpasar, DPRD Ingatkan Konsep Hulu–Teben
Istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Wacana Pemerintah Kota Denpasar yang disebut-sebut akan membuang sampah ke Kabupaten Bangli menuai penolakan keras. Resistensi tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga dari kalangan legislatif di DPRD Bangli yang menilai rencana tersebut berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan serius.


Anggota DPRD Bangli sekaligus Ketua Fraksi Restorasi Raya, Made Joko Arnawa, menegaskan Bangli belum mampu mengelola sampahnya sendiri, sehingga tidak layak menampung sampah dari luar daerah. Menurutnya, produksi sampah di Bangli sudah relatif tinggi dibandingkan dengan daya tampung yang tersedia.

“Mengelola sampah sendiri saja Bangli belum mampu, apalagi ditambah dengan sampah luar daerah. Produksi sampah yang relatif tinggi di Bangli dibandingkan dengan daya tampung akan menjadi persoalan serius ke depan bila menampung sampah luar daerah,” tegas Joko, belum lama ini.

Joko juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bangli agar segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat terkait wacana tersebut. Ia menilai, ketidakjelasan informasi berpotensi memicu polemik dan kesimpangsiuran yang semakin meluas di tengah masyarakat.


“Agar tidak bias dan tidak menjadi polemik, Pemkab Bangli harus segera menyampaikan penjelasan kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Joko mengingatkan pentingnya memahami konsep Hulu–Teben dalam kearifan lokal dan ajaran Hindu Bali. Sebagai daerah hulu Bali, Bangli dinilai tidak tepat dijadikan lokasi pembuangan sampah dari wilayah hilir seperti Denpasar.

“Bangli adalah hulunya Bali. Masak sampah dibawa ke hulu. Kalau sampah dibawa ke hulu, air dari hulu akan tercemar dan berdampak ke daerah bawah. Logikanya seperti itu,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Bangli Ketut Suastika sempat memberi sinyal terbuka terhadap kemungkinan menerima sampah dari Denpasar. Namun Joko menegaskan pernyataan tersebut masih bersifat pendapat pribadi dan belum menjadi sikap resmi lembaga DPRD Bangli.

Ia menilai, DPRD Bangli sebagai lembaga legislatif perlu segera mengambil sikap kelembagaan agar tidak memicu spekulasi publik dan memperbesar gelombang penolakan.

Penolakan dari DPRD Bangli ini memperkuat sikap resistensi terhadap rencana pembuangan sampah Denpasar ke Bangli. Pemerintah Kota Denpasar pun diharapkan dapat mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan tanpa membebani daerah lain, khususnya wilayah hulu Bali. (JroBudi)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS