bendera

Kamis, 03 September 2026    04:22 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


PPP Harus Dikembalikan ke Fusi 1973 untuk Menjaga Marwah Partai


Tim Red,    30 September 2025,    21:06 WIB

PPP Harus Dikembalikan ke Fusi 1973 untuk Menjaga Marwah Partai
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menjadi perhatian publik menjelang muktamar. Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, menegaskan bahwa jalan penyelamatan bagi PPP adalah dengan mengembalikan partai ke khitah fusi 1973, saat NU, Parmusi, PSII, dan Perti melebur menjadi satu kekuatan politik Islam.


Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/9), Husnan menyampaikan bahwa PPP saat ini tengah menghadapi krisis identitas akibat konflik internal, dualisme kepemimpinan, serta dominasi elite tertentu. Kondisi ini dinilai menjauhkan PPP dari semangat kolektif dan musyawarah yang menjadi dasar kelahirannya.

“PPP ini bukan milik segelintir elite, bukan pula warisan untuk diperebutkan kelompok tertentu. PPP adalah amanah sejarah dari umat Islam Indonesia. Jika kita mengkhianati semangat fusi 1973, maka kita sedang mengkhianati umat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh kader agar menjadikan muktamar sebagai momentum rekonsiliasi, bukan ajang pertarungan. “Gunakan momentum muktamar untuk bersatu, bukan bertarung. Jangan pilih pemimpin karena kepentingan sesaat, pilihlah pemimpin dengan nurani yang tulus. Mari kita tegakkan kembali marwah PPP demi umat dan bangsa,” ujarnya.


Lebih jauh, Husnan menilai pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara, dapat memberikan saran konstruktif untuk menyelesaikan dualisme kepemimpinan di tubuh PPP. Menurutnya, PPP adalah warisan umat dan bangsa, bukan milik kelompok tertentu.

“PPP akan besar jika kembali ke khitah. Jika kita lupakan fusi 1973, maka PPP hanya akan menjadi sejarah. Tapi jika kita rawat dan jaga, insya Allah PPP akan menjadi masa depan umat,” pungkas Husnan.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS