bendera

Kamis, 03 September 2026    06:55 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Ketua DPC PDIP Humbahas Kesal Banyak Caleg Petahana Tumbang


BN,    20 Februari 2024,    22:53 WIB

Ketua DPC PDIP Humbahas Kesal Banyak Caleg Petahana Tumbang
Ketua DPC PDIP Humbahas

Humbahas-Mediaindonesianews.com:  Calon Legislatif (Caleg) pasangan suami istri (pasutri) yang maju dari PDI Perjuangan, Rapidin Simbolon dan Sorta Ertaty Siahaan dipastikan melenggang mulus meraih kursi wakil rakyat di DPR RI dan di DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Pemilu 2024.


Lolosnya pasutri tersebut membuat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH bangga dan terharu.

“suara untuk Rapidin Simbolon yang merupakan Ketua PDIP Sumatera Utara telah mendominasi di Dapil Sumut II yang meliputi, Kabupaten Humbahas, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Kota Padang Sidempuan, dan Kota Sibolga. Sedangkan istrinya Sorta Ertaty Siahaan melesat di dapil Sumut 9 yang meliputi Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba, Humbahas, Samosir, dan Sibolga.” Kata Ketua DPC PDIP Humbahas didampingi Ketua PDIP Sumut, Rapidin Simbolon, diruang kerjanya, Selasa (20/2)

Terkait target 7 kursi DPRD Kabupaten Humbahas yang menjadi 2 kursi, Oloan dan Rapidin menunjukan rasa kekesalannya terhadap para calon DPRD Kabupaten yang banyak didominasi dari petahana.


“saya sudah berbuat dan bekerja keras memberikan pikiran, hati serta tenaga saya kepada mereka, akan tetapi mereka anggap remeh, jadi apa mau saya katakan lagi, mungkin mereka mencintai partai lain ketimbang PDIP, sehingga mereka memperoleh suara tidak mencapai 1000 suara, hanya Tuhanlah yang tau” ujar Oloan kesal.

Lebih lanjut Oloan menjelaskan bahwa dirinya juga salut kepada Caleg PDIP yang baru seperti Niko Munthe dan Jamonang Nababan, dimana mereka terus berbuat, bekerja dan berjuang untuk memperoleh suara terbanyak serta membesarkan nama partai.

“Lihat para petahana sendiri kalah, ada apa,!!! Semampu dan sekuat tenaga sudah saya lakukan, saling bergotong royong dan bersatu padu dengan masyarakat yang ada” jelas Oloan

Oloan juga menyayangkan sikap petahana yang menganggap remeh pencalonannya dan tidak peduli dengan partainya sendiri.

“mereka mungkin cinta dengan partai lain, bukan terhadap Partai PDIP, mereka taunya tidur dan tidak mau bermasyarakat, tidak perduli akan partainya sendiri, ya kan? para petahana duduk di kursi DPRD berkat PDIP bukan dari partai lain. Berarti ketika mereka duduk, mereka sudah mampu membela masyarakat, berbuat serta menghidupi keluarga mereka masing-masing” pungkasnya. (BN)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS