bendera

Kamis, 03 September 2026    06:55 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Inilah Prediksi Pemenang Pilpres 2024 Versi Ketum FPPR


Ben,    11 Desember 2023,    18:53 WIB

Inilah Prediksi Pemenang Pilpres 2024 Versi Ketum FPPR
Yudi Syamhudi Suyuti

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Perhelatan pemilihan presiden 2024 kian terasa aura siapa yang bakal memenangi kontestasi lima tahunan. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Front Pembangunan Persatuan Rakyat (FPPR) melalui rilis yang diterima redaksi, Senin (11/12).

"pada prinsipnya, dari 3 Paslon Pilpres 2024 ini, secara kategori mulai terasa, Paslon mana yang akan menang. Tapi ini bukan data survey, melainkan sebuah prediksi. Meski yang namanya prediksi itu bukan sedang meramal. Karena ada kaidah-kaidah dasar ilmunya, ketika suatu kejadian atau peristiwa dibaca secara prediktif. Tapi tidak seperti halnya survey yang matematis secara statistik. Prediksi ini lebih kualitatif. Dengan melihat perilaku masyarakat melalui beberapa medium, baik secara primer maupun sekunder. Begitu juga secara profiling yang memprofiling antara Paslon dan Masyarakat Pemilih. Para ahli prediktif yang punya nama besar seperti Alvin Toffler, John Naisbit, Peter F Draker, Matt Groening seringkali disebut sebagai futurist atau futurolog." Paparnya.

Menurut prediksi Yudi, dari 3 Paslon yang maju Pilpres ini, pada akhirnya Paslon-Paslon tersebut memiliki beberapa persoalannya masing-masing untuk mencapai kemenangannya dan itu kita prediksi melalui rakyat beserta kelompok-kelompok masyarakat yang bisa diraba kecenderungannya, ke arah mana pilihannya. Para pemilih ini merupakan subyek pemilih dalam proses demokrasi Pilpres.

"Misalnya, meski lawan terberat Paslon No.3 Ganjar-Mahfud adalah Paslon No.1 Anies- Imin, tapi harus diakui bahwa Paslon No.3 adalah Paslon yang paling tenang dan paling tidak ada beban dalam Pilpres 2024." Katanya

Hal ini, lanjut Yusi berbeda dengan beban yang dipikul oleh Paslon No.1 Anies-Imin dan Paslon No.2 Prabowo-Gibran. Kedua Paslon ini, harus diakui memiliki beban berat dalam Pilpres 2024. Dan dari beban kedua Paslon tersebut, tentu akan ada dampaknya. Meski dalam perolehan survey, Paslon No.2 terlihat sangat diupayakan dan didorong untuk masuk ke putaran kedua. Hal ini terlihat dengan survey dan evaluasi yang mereka lakukan begitu kuat. Yang sekaligus menjadi bacaan hasilnya untuk Paslon lainnya, yaitu No.1 dan No.3.

"Dalam prediksi saya, Pilpres mengalami 2 putaran. Sehingga masih cukup panjang waktunya, hingga 26 Juni 2024. Prediksi 2 putaran Pilpres ini didasari oleh kekuatan dari 3 Paslon ini yang bisa disebut ketiganya hampir sama kuat dan tidak ada yang terlalu mendominasi." Ujarnya

Lebih lanjut Yudi menjelaskan dengan beban-beban berat yang dipanggul kedua Paslon tersebut, pada akhirnya berpotensi berdampak pada penurunan endurance (ketahanan) kekuatan atau energinya dalam mengkultivikasi (mencangkok) pikiran-pikiran rakyat pemilihnya. Hal ini tentu membuat tampilan kampanye san perilaku pokitik kedua Paslon tersebut semakin hari, menjadi lebih emosional dan cenderung mengkhawatirkan atau membuat takut masyarakat. Meski dilakukan dengan gaya atau style yang mencoba menghibur.

"Latar belakang simbol antara Rezim Berkuasa dan Kelompok Oposisi yang diwakili Paslon No.2 dan No.1 justru pada akhirnya membuat rakyat pemilih, berkecenderungan memilih Paslon yang tenang, tidak ada beban perselisihan dan berada pada posisi politik ditengah antara Paslon No.1 dan No.2. Pilpres ini, diikuti 3 Paslon yang punya kekuatan politik dan pendukung kuat disetiap Paslonnya." Jelasnya

Namun, kata Yudi, dalam kaca mata teori atau pendekatan stabilitas massa, masyarakat pemilih memiliki kecenderungan untuk menentukan pilihannya pada Paslon yang dipandang berada pada posisi politik di tengah, yaitu Paslon yang mampu melakukan pembangunan berkelanjutan sekaligus melakukan perbaikan-perbaikan.

"Kecenderungan ini akan mengarahkan masyarakat pemilih secara alamiah. Tanpa terlalu banyak mengeluarkan energi. Sehingga secara prediktif, Paslon No.3 Ganjar-Mahfud berpotensi memenangkan Pilpres pada putaran kedua. Dengan perlombaan politik, bisa Paslon Ganjar-Mahfud melawan Prabowo-Gibran atau Ganjar Mahfud melawan Anies-Imin. Disini saya melihat, justru Jokowi, semakin hari terasa dan terlihat lebih netral dan memilih bersikap independen. Begitu juga dengan TNI, Polri, ASN dan Pekerja BUMN dalam memposisikan dirinya untuk tidak mengarahkan Paslon tertentu. Hingga menjelang Pilpres putaran pertama dan kedua." Pungkasnya.




banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS