bendera

Kamis, 03 September 2026    08:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

POLITIK
 


Indra Setiawan: Pemekaran Banyuasin Tengah Sudah Layak


Hadi,    17 Februari 2023,    13:07 WIB

Indra Setiawan: Pemekaran Banyuasin Tengah Sudah Layak
Indra Setiawan (foto: Hadi-mediaindonesianews.com)

Banyuasin-Mediaindonesianews.com: Pemekaran wilayah Kabupaten Banyuasin Tengah, Propinsi Sumatera Selatan yang diinisiasi beberapa tahun lalu dinilai sejumlah pihak adalah tuntutan yang realistis. Mengingat banyaknya jumlah penduduk dan luas wilayah, serta dilihat dari aspek geografi, demografi, keamanan, sosial politik, adat dan tradisi, potensi ekonomi, keuangan daerah serta kemampuan penyelenggaraan pemerintahan.

Sekretaris Jenderal Presedium Pemekaran Kabupaten Banyuasin Tengah Indra Setyawan, SE mengatakan bahwa, Luas wilayah Kabupaten Banyuasin membuat masyarakat di pelosok kesulitan menjangkau layanan publik di pusat pemerintahan. Seperti halnya dari wilayah perairan, untuk menuju kota Pangkalan Balai sebagai pusat pemerintahan Kabupaten butuh waktu tempuh yang cukup lama, untuk itu pemekaran Kabupaten Banyuasin Tengah sudah sangat layak, bahkan sangat perlu segera dilakukan.

"Berdasarkan pasal 36 ayat 1 UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kami menilai Kabupaten Banyuasin Tengah sudah sangat layak untuk dimekarkan. Saya kira Masyarakat dalam Kecamatan menjadi kawasan Pemekaran sangat setuju. Walaupun ada Pro dan Kontra," jelas Indra Setiawan yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Pro Gerakan Nasional (Progan) Sumatera Selatan.

Lebih lanjut dijelaskannya, usulan pemekaran Kabupaten Banyuasin Tengah tersebut sudah melalui kajian, baik dari aspek sosiologi, filosopi, yuridis, termasuk anggaran dan kebutuhan ASN, sudah dilakukan kajian mendalam.

"Kami berharap aspirasi yang sekarang berkembang mengenai CDOB ini bisa direalisasikan oleh Pemerintah Daerah serta Pemerintah Pusat," katanya.

Menurut Indra Setyawan, saat ini tim nya masih terkendala Moratorium yang belum dicabut Pemerintah Pusat dan hal tersebut menghambat pemekaran daerah di Wilayah Sumatera Selatan, khususnya dan Indonesia pada umumnya.

"Pembangunan Daerah perlu dilakukan untuk kepentingan publik terutama pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat dalam pembangunan di daerah termasuk fasilitas sekolah/pendidikan, pengembangan sektor UKM, pariwisata, olahraga dan sebagainya," ujarnya.

Tak hanya itu, Indra juga menepis isu pembentukan Banyuasin Tengah yang akhir-akhir ini hanya untuk kepentingan Politik satu dua orang. Karena pemekaran ini murni sebagai pelayanan Masyarakat dimana disebabkan pembangunan sarana prasarana yang belum merata, jangkauan ke Ibu Kota Kabupaten yang terlalu jauh untuk diakses oleh sarana transportasi, ketidakpuasan masyarakat di Daerah yang belum merasakan pembangunan yang cukup merata seperti sekolah/pendidikan, faktor sosial dan budaya.

"Sebenarnya hal-hal inilah yang mendasari muncul wacana pemekaran Banyuasin Tengah. Karena itu kami minta moratorium pemekaran daerah, Otonomi Daerah dicabut dan kami pengurus Presedium Pemekaran Banyuasin Tengah yakin bahwa Kabupaten Banyuasin Tengah inilah yang paling siap untuk dimekarkan dari Kabupaten Induk," paparnya.

Indra juga menyebutkan bahwa sejumlah kecamatan diantaranya, Banyuasin II, Tanjung Lago serta beberapa kecamatan lainnya baik sarana prasarana, jumlah penduduk, jumlah kecamatan, potensi wilayahnya yang banyak perkebunan/perusahaan, potensi wisata yang belum tersentuh.

"Dari syaratnya, Kabupaten cukup memenuhi syarat khusus dikarenakan faktor historis dan faktor potensi daerahnya lebih bisa diutamakan untuk dimekarkan  menjadi Kabupaten. Disamping itu Pelabuhan Tanjung Api-Api sangat pontensial. Kita sudah Audensi sama DPRD Kabupaten Banyuasin dan  DPRD Provinsi Sumatera Selatan intinya mereka mendukung Aspirasi Masyarakat," katanya.

Ditambahkannya, sesuatu yang diharapkan masyarakat dalam pemekaran di Banyuasin Tengah ini pelayanan publik yang baik, penyelenggaraan pemerintah yang prima, pemberdayaan masyarakat, pengembangan sektor usaha kecil menengah, kesejahteraan rakyat, pembangunan fasilitas yang ada di wilayah tersebut maupun pembangunan manusianya menjadi lebih baik.

"Memang ada hal yang dikhawatirkan dari pemekaran Daerah, yaitu adanya kepentingan elit atau kelompok saja dalam memimpin wilayahnya yang memunculkan raja-raja kecil, politik dinasti dan lain sebagainya. Namun Itu hal wajar, Pro dan Kontra pasti ada, apalagi kita sudah ada lebih dari 6 Kecamatan  Talang Kelapa,Tanjung Lago, Muara Telang,Sumber Marga Telang, Banyuasin II, Karang Agung Ilir dan  tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi," tutupnya. (Hadi)




banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Baturaja - Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada latihan taktis dan tempur multinasional, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial dan
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera

MEDIA INDONESIA NEWS