bendera

Kamis, 03 September 2026    07:44 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Amandemen Konstitusi Non Perpanjangan atau 3 Periode Presiden Dimungkinkan


tim red,    08 April 2022,    01:44 WIB

Amandemen Konstitusi Non Perpanjangan atau 3 Periode Presiden Dimungkinkan
Yudi Syamhudi Suyuti

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti


Mediaindonesianwews: Saatnya rakyat mendesak masuknya Fraksi Rakyat dan hapuskan Presidential Treshold (PT) 20 % demi kepentingan nasional, kedaulatan rakyat dan demokrasi atas dasar Pembukaan UUD 45, dimana Pancasila di dalamnya.

Presiden Jokowi pada Rabu, 6 April 2022 telah menyampaikan pernyataan di depan para pembantunya dengan sifat kenegarawanannya untuk tidak lagi bicara tentang masalah perpanjangan dan 3 periode masa jabatan Presiden. Pernyataan Jokowi sebagai Presiden ini patut diapresiasi.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan tentang persoalan-persoalan mendasar terkait situasi di tingkat lokal, nasional dan global yang sedang dalam situasi yang penuh tidak kepastian. Tentu ketidak pastian ini berpotensi memicu terjadinya krisis ditingkat lokal, nasional dan global.


Untuk itu kita perlu merespon pernyataan Jokowi sebagai pemimpin lembaga eksekutif, bahwa saatnya kita perlu menguatkan konsolidasi Rakyat dan Negara, dalam konteks pendekatan parlementariat. Dimana untuk memperkuat tersebut, diperlukan masuknya Fraksi Rakyat dalam Parlemen bersamaan dengan penguatan peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan dibuatnya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) melalui Amandemen Konstitusi Non Perpanjangan Kekuasaan atau 3 Periode Presiden. Termasuk juga dalam hal Penundaan Pemilu 2024.

Amandemen Konstitusi benar-benar ditujukan membangun internal struktural power (kekuatan struktural nasional) dari Rakyat dan Negara, sekaligus untuk mencapai posisi external positioning power (kekuatan posisioning nasional ditengah-tengah kepentingan global).

Masih ada banyak persoalan dan tantangan yang harus kita jawab untuk menyiapkan berbagai resolusi nasional yang tentu, tidak mungkin dapat diselesaikan dengan pergantian kekuasaan melalui Pemilu 2024 saja, dimana hanya rakyat hanya mempercayakan pada Partai-Partai Politik dan Para Calon Presiden sebagai jaminan tantangan jaman, baik yang menyangkut masalah ekonomi, politik, sosial, pertahanan, keamanan dan masalah internasional maupun global.

Oleh karena itu, Amandemen Konstitusi Non Perpanjangan Kekuasaan Presiden 3 Periode dan Penundaan Pemilu 2024 tetap dibutuhkan. Hal ini untuk memulai mengevaluasi politik Rakyat dan Negara sebelum diadakannya Pemilu 2024, sehingga kita sebagai Bangsa benar-benar siap dan kuat untuk membawa Rakyat dan Negara berhasil melewati ancaman turbulensi yang gelombangnya begitu besar.

Prinsip-prinsip antisipatif dan adaptif dengan kondisi perubahan ini harus kita persiapkan mulai saat ini dengan mempraktekkan manifesto politik Indonesia, Pembukaan UUD 45 dengan melakukan perubahan konstitusi untuk mengembalikan tujuan dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Berkedaulatan Rakyat dan ikut menjaga ketertiban dunia, setidaknya demi kepentingan nasional kita. Tentu kita memerlukan penguatan prinsip Kedaulatan Rakyat, Keadilan Sosial yang terlembagakan secara lebih inklusif dan demokratis dengan melibatkan partisipasi Rakyat dalam keputusan-keputusan Negara. Hal ini diperlukan Fraksi Rakyat yang berwujud Badan Partisipasi Warga sebagai Badan Alternatif Pengganti Fraksi Utusan Golongan yang lebih demokratis dan inklusif.

Oleh karena itu, sudah saatnya gerakan-gerakan massa rakyat ekstra parlementer yang awalnya menuntut penolakan penundaan Pemilu 2024 dan Perpanjangan Jabatan Presiden 3 Periode, diarahkan mendorong masuknya Fraksi Rakyat di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Hal ini setelah Jokowi memerintahkan para pembantunya tidak lagi berbicara soal 3 Periode dan Penundaan Pemilu, tentu masalah Presidential Treshold 20 % juga menjadi ancaman bagi demokrasi dan keadilan sosial bagi kepentingan Rakyat dan Negara. Disinilah kita perlu mendesak perubahan konstitusi untuk benar-benar terwujudnya prinsip-prinsip yang memperkuat kepentingan Rakyat dan Demokrasi melalui Fraksi Rakyat sekaligus disusunnya kembali Konstitusi Negara sesuai Pembukaan UUD 45.

Penulis adalah: Aktivis / Penggagas Fraksi Rakyat di Parlemen

 


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS