bendera

Kamis, 03 September 2026    08:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Tidak Harus Dari AL Untuk Membangun Pertahanan Kelautan, Jenderal Andika Mumpuni


Tim Red,    07 November 2021,    10:42 WIB

Tidak Harus Dari AL Untuk Membangun Pertahanan Kelautan, Jenderal Andika Mumpuni
Yudi

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti

mediaindonesianews.com: Dalam menata pertahanan kelautan Indonesia, tidak harus dari Angkatan Laut untuk menjadi Panglima TNI.

Hal ini kita bisa lihat dari contoh kehidupan alam dari Tukik atau Bayi Penyu, yang lahir di darat namun membangun ekosistem di laut.

Contoh alam dari Tukik ini perlu kita jadikan sebagai bahan dalam pembangunan sistem pertahanan kelautan di Indonesia.

Indonesia merupakan Negara dengan basis konsep Nusantara, dimana keterkaitan kelautan dan daratan menjadi sebuah sistem kesatuan yang mampu menengahi konflik militer di kelautan.

Posisi geostrategis nasional Indonesia berada di 2 jalur lintasan ekonomi, pertahanan dan budaya. Yaitu samudera hindia dan samudera pasifik. Sehingga dari garis geostrategis kelautan yang berpotensi konflik, pelanggaran hukum dan penguatan pontensi ekonomi kerakyatan membutuhkan basis-basis pertahanan militernya di darat.

Permasalahan-permasalahan tersebut, justru saat ini dibutuhkan kepemimpinan militer di darat karena mampu mendorong pembentukan badan-badan pertahanan dan keamanan disegala sektor dalam hal ketahanan kedaulatan rakyat.

Tentu hal ini dapat dicapai dengan relasi yang kuat dengan Civil Society dan hubungan global yang berbasis Kebangsaan Indonesia.

Dicalonkannya Jenderal Andika Perkasa sebaga Calon Tunggal Panglima TNI oleh Jokowi adalah keputusan pencalonan yang tepat. Hal ini karena Jenderal Andikan selain mumpuni di bidang kemiliteran, juga mampu bekerjasama dengan Civil Society dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara nasional dan global sesuai amanah Pembukaan UUD 45. Dan satu hal lagi, Jenderal Andika memahami tentang demokrasi yang tidak terlepas dari supremasi keadilan dalam bidanh pertahanan dan keamanan.

Penulis adalah: Koordinator Eksekutif JAKI (Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional)




banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Baturaja - Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada latihan taktis dan tempur multinasional, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial dan
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera

MEDIA INDONESIA NEWS