bendera

Kamis, 16 April 2026    05:44 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Seorang Pekerja Harus Menanamkan Etos Kerja 4 AS


Lian,    12 Juli 2021,    20:41 WIB

Seorang Pekerja Harus Menanamkan Etos Kerja 4 AS
Sandiaga

Jakarta - mediaindonesianews.com: Dampak  kehadiran generasi milenial dan generasi Z memberikan era baru dalam semua model layanan transaksi, terutama yang berbasis digital dan online. Kemajuan dalam berbagai sektor khususnya teknologi bisa menjadi salah satu perkembangan dunia bisnis bagi para wirausaha muda.


Seorang Pekerja Harus Menanamkan Etos Kerja 4 AS

Namun, dalam hal ini ada hal yang perlu dimiliki seseorang dalam memutuskan berwirausaha  Mental yang kuat dan ilmu pengetahuan  mampu mengurangi dan mengeliminasi risiko yang gagal.

"Kalian harus memiliki program mentoring dan inkubasi, karena program ini akan mendorong orang yang berencana membuat usaha untuk bersinergi dan berkolaborasi. Jangan lupa seorang pekerja harus menanamkan etos kerja 4 AS, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas, ucap Sandiaga Uno, Menparekraf RI yang juga pendiri OK OCE  dalam pembekalan peserta The Next Young Entrepreneur 2021, OK OCE Indonesia dan ESQ Business School, Minggu (11/7/ 2021).

Sandi juga mengucapkan selamat kepada peserta yang lolos ke tahap selanjutnya di The Next Young Entrepreneur. The Next Young Entrepreneur 2021 hadir atas kolaborasi OK OCE bersama ESQ Business School memberikan beasiswa pada 10 calon wirausaha muda khusus bidang Manajemen Bisnis, Ilmu Komputer dan Sistem Informasi.  


Seorang Pekerja Harus Menanamkan Etos Kerja 4 AS

"The Next Young Entrepreneuer diharapkan menjadi sarana tepat membantu mengasah kemampuan bisnis inovatif sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai konsep sociopreneur dan potensinya menjadi solusi dalam menyelesaikan permasalahan sosial," katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut yang juga Pendiri OK OCE, Indra Uno yang memberikan semangat motivasi kepada calon penerima beasiswa.

Ditegaskan Indra, saat ini  pengangguran di Indonesia banyak dari kalangan muda, 15-24 tahun dan sudah terjadi 10 tahun terakhir, hal ini mengatikan ada keterbatasan lapangan kerja untuk menyerap tenaga kerja di luar sana.

“Cara lainnya adalah kita melihat diri kita sebagai seseorang yang dibukakan lapangan kerja bukan dari orang lain, pemerintah, atau perusahaan tetapi diri kita sendiri. Kalau kita buka lapangan kerja yang dilatih dan didampingi  usahanya, kemudian ada penghasilan dari kedua tangan kita itu maka  kita telah membebaskan diri kita dari pengangguran,” ungkap Indra.

Tidak hanya itu, Kakak dari Sandiaga Uno ini juga menambahkan  seseorang dibilang produktif jika dia mampu  berpenghasilan dan menghidupi dirinya sendiri. Maka, jadilah generasi dalam membuka atau menciptakan lapangan kerja baru, kata Indra.

Dalam membuka lapangan kerja dengan berwirausaha, dapat dimulai dengan mengenali potensi diri. Sementara itu Iim Rusyamsi, Ketua Umum OK OCE, mengatakan, langkah dalam mengenal potensi diri,dimulai dari menganalisa kelebihan dan kelemahan diri kita, catat dan ceklis mana yang sudah dijalankan, mana yang belum.

“Seseorang juga harus punya passion, rasa ingin cari tahu atau kepo yang positif, serta list tindakan-tindakan apa yang kita akan jalani atau misi. Tentukan targetnya, missal dua tahun lagi memiliki toko jika usaha,” tambah Iim.

Sementara itu, Sujoko Winanto, Wakil Ketua III ESQ Business School, yang juga hadir menambahkan bahwa menurut Sandiaga,  entrepreneur itu bukan profesi tetapi mindset. Mindset yang terdiri dari kerja keras, sikap, hidup optimis, inovatif, kreatif, serta leadership. Sujoko mencontohkan Sandiaga yang kini sudah memiliki lebih dari 25 perusahaan serta Ary Ginanjar, Founder ESQ Leadership Centre juga  dimulai dengan jualan celana jeans di Bali, kemudian berkembang dengan jatuh bangun, kemudian barulah hadir Menara 165.

“Bisnis kita dapat maju berkembang pesat dengan kerja keras dan ada campur tangan Tuhan di dalamnya,“ ungkap Joko.
Diakhir sesi, Azwa Nufi, Direktur Program OK OCE, menjelaskan Bisnis Model Canvas yang akan dibuat oleh para calon penerima beasiswa untuk ke tahap selanjutnya . “9 elemen dari bisnis model canvas ini adalah, Customer Segments (Segmentasi Konsumen), Value Proposition (Proposisi Nilai Konsumen), Channels (Saluran)Revenue Streams (Sumber Pendapatan), Key Resource (Sumber Daya), Customer Relationship (Hubungan Konsumen), key Activities (Aktivitas yang Dijalankan), Key Partnership (Kerjasama), Cost Structure (Struktur Biaya), tutupnya. (lian).


banner
NASIONAL
img
Rabu, 15 April 2026
Subang - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto melaksanakan kunjungan kerja ke Yonif TP 940/Jaya Nagara yang berlokasi di Desa Kumpay, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). Kunjungan
img
Senin, 13 April 2026
Bantul-Mediaindonesianews.com: Setelah melalui proses hukum yang panjang dan berliku, sertipikat tanah milik Tupon Hadi Suwarno atau Mbah Tupon, warga Dusun Ngentak, Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,
img
Minggu, 12 April 2026
Jakarta - Dalam rangka menjalin sinergitas diplomasi milter, Asisten Intelijen Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto menggelar Coffee Morning dengan para Atase Pertahanan negara sahabat, bertempat di Resto Pule Taman
img
Minggu, 12 April 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada acara pembukaan Musyawarah
img
Sabtu, 11 April 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran strategis sebagai penghubung informasi antara instansi dan masyarakat. Penegasan ini

MEDIA INDONESIA NEWS