bendera

Kamis, 03 September 2026    06:52 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Oto Kritik Gaya Hidup Pejabat BPJS Ketenagakerjaan


Agus Wiryono,    17 Desember 2020,    22:14 WIB

Oto Kritik Gaya Hidup Pejabat BPJS Ketenagakerjaan
Agus Wiryono

Oleh: Agus Wiryono


Oto Kritik Gaya Hidup Pejabat BPJS Ketenagakerjaan

Lirik lagu “Stel Kendo” yang dinyayikan artis Nela Charisma sebenernya cocok menceritakan kehidupan pejabat BPJS Ketenagakerjaan. Dalam lirik lagu tersebut menceritakan kalau ingin hidup senang, dengan mempunyai hidup mulia ya…harus kerja. Sangat tidak mungkin dengan pengin hidup mewah, pengin rumah mewah tetapi tidak bekerja.

Lagu yang dinyanyikan oleh Nella Charisma ini, seolah-olah bicara tentang kehidupan pejabat BPJS Ketenagakerjaan yang sudah menjadi hedonis dan konsumeris. Gaya hidup ini menurut analisis saya karena pejabat tersebut kebal dan bebal terhadap kritik.

Hedonis dan konsumeris seakan-akan menjadi gaya hidup seperti sinetron dan iklan yang sifatnya tidak mendidik sama sekali, seperti:


Mengapresiasi para pejabat BPJS Ketenagakerjaan yang memilih konsumeris, hedonis bak sinetron. Dengan begitu, kita perlu khawatir anggaran BPJS habis dikorupsi. Selain itu, anggaran operasional aparatur BPJS menjadi berkurang, apalagi jika si pejabat BPJS Ketenagakerjaan terlalu memusingkan gaji, mobil dinas, dan fasilitas lainnya.

Akan tetapi, apakah dengan hidup hedonis, konsumeris dan bak artis sinetron, pejabat akan pantas merakyat? Kita bisa mengambil kesimpulan sederhana bahwa pengelolaan BPJS Ketenagakerjaan akan amburadul dan semrawut. Sebab, ada aspek lain yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Keberpihakan politik dan ekonomi si pejabat BPJS Ketenagakerjaan, sejauh mana ia mendorong kebijakan-kebijakannya yang memihak kepentingan rakyat/pekerja bukan untuk kepentingan pribadi dan golongannya.

Dalam dunia gemerlap, hedonis dan konsumeris yang bak sinetron, perbedaan antara mana perilaku serius dan mana cari muka sangat tipis dari pejabat Bpjs Ketenagakerjaan. Maklum, banyak diantara pejabat BPJS itu justru tidak merisih dengan berbagai puja-puji atas dirinya. Bukankah ada sinisme yang berkata “terkadang yang suka gembar-gembor itu adalah tukang jual obat”.

Di masa pandemic ini, pejabat BPJS memang sangat berjarak dari pekerjanya, gaya hidup mereka benar-benar berbeda dengan pekerjanya. Akibatnya, mereka pun seperti terasing di tengah pekerjanya sendiri.

Inilah krisis kita yang paling inti dari pejabat BPJS Ketenagakerjaan, sebuah krisis pada mental dan kepribadian pejabat kita. Inilah penyakit paling berbahaya bagi sebuah bangsa yang masih berjuang, sebuah bangsa yang revolusinya belum selesai. Tetapi segala hal itu adalah tantangan.

Bung Karno mengatakan, tiap-tiap bangsa dalam masa pertumbuhan, tidak peduli warna kulitnya, pasti akan memasuki masa-masa yang menentukan (decisive periods). Fase itu akan menentukan kemajuan atau kemacetan, kejayaan atau turun sama sekali.

Kita tidak butuh pemimpin yang hedonis dan konsumeris, kita butuh pemimpin yang mempunyai kebijakan ekonomi politik yang memihak kepada pekerja. Pejabat yang hedonis dan konsumeris itu tidak gunanya karena dia punya kebijakan ekonomi-politik yang merugikan kepentingan rakyat banyak.

Kita butuh pejabat yang seperti Bung Karno dan Bung Hatta, sederhana dan anti KKN, kita butuh pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat/pekerja.

Penulis adalah Wakil Ketua Bidang Buruh dan Tani Alumni GMNI DPD DKI Jakarta


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS