bendera

Selasa, 03 November 2026    08:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Menakar Kembali Netralitas dan Keberpihakan ASN Dalam Pemilu


Lian,    21 September 2020,    10:16 WIB

Menakar Kembali Netralitas dan Keberpihakan ASN Dalam Pemilu
Jeirry Sumampow Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia)

Jakarta- MediaIndonesiaNews.com : Munculnya kembali wacana tentang penghilangan hak pilih kepada ASN  kerap kali ada saat pembuatan atau revisi regulasi pemilu. Karena itu, sebetulnya kajian sudah sangat cukup, terkait dengan plus minusnya, baik buruknya dan alasan substansial-nya. Dalam kerangka itu, maka dari persoalannya  sekarang lebih kepada niat politik pembuat Undang-undang, apakah mau dihilangkan atau tetap seperti sekarang demikian dipaparkan Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow kepada mediaindonesianews.com, Kamis (17/9).


Menakar Kembali Netralitas dan Keberpihakan ASN Dalam Pemilu

"Bagi saya, alasan jika mau dihilangkan sudah cukup banyak. Dan jika mau tetap, juga sudah sangat banyak. Namun jika tetap, tentu perlu ada penguatan pengaturan terkait potensi ketidak netralan dan yang lebih penting perlindungan terhadap kemungkinan dimanfaatkan oleh Kepala Daerah untuk menjalankan kepentingan politik praktis mereka dalam Pemilu,” katanya.

Menurut Jeirry,  netralitas dan keberpihakan ASN dalam Pemilu itu bukan pada adanya hak pilih atau tidak. akan tetapi soal bagaimana niat, komitmen dan pembatasan itu ditegakkan dan dilaksanakan. Selain itu lanjut Jeirry, proteksi terhadap kemungkinan "dimanfaatkan" oleh kepala daerah tersebut. Tak adanya hak pilih bukan jaminan keberpihakan tak terjadi. Netralitas dan keberpihakan itu lebih kepada soal etik dan moral yang bersangkutan dan pihak yang mau memanfaatkan.

"Kalau niatnya memang ada, maka aturan dan sanksi tak akan efektif, itu yang terjadi selama ini, namun jika dilihat dari sisi ASN baik juga jika memang tak diberi hak pilih. Tak adanya hak pilih membuat hal ini tak perlu mengatur soal boleh atau tidaknya ASN terlibat atau berpartisipasi di dalam tahapan Pemilu, misalnya kampanye.” jelasnya


Lebih lanjut Jeirry menjelaskan bahwa, sebagai orang yang memiliki hak pilih, boleh saja ikut kampanye, tapi jika ikut kampanye maka ada potensi untuk melanggar prinsip netralitas ASN. Jadi tak adanya hak pilih akan membuat prinsip netralitas ASN makin kuat, secara kolektif birokrasi. Artinya, jiwa netralitas itu akan makin terbentuk sebab mereka tak perlu berpikir lagi soal siapa yang akan dipilih.

"Jadi ASN akan terfokus pada bagaimana menjalankan tugas birokrasi pemerintahan. Godaan untuk terjerat kepentingan politik pun akan lebih kecil sebab mereka tak bisa menentukan apa-apa," ujarnya.

Jeirry menambahkan, memang peran ASN untuk pemilu berkualitas sangat besar. Meskipun kualitas pemilu yang baik tak semata menjadi tanggung jawab ASN. Harus semua pihak yang terlibat dalam Pemilu.

"Tapi selama ini mungkin ASN tak fokus dalam meningkatkan kualitas Pemilu karena sering dimanfaatkan dan diperintahkan melakukan agenda politik Kepala Daerah. Sesuai yang sangat sulit ditolak dalam posisinya sebagai ASN. Nah, jika hak pilih tak ada, saya kira, selama pemilu berlangsung ASN bisa diberi peran untuk memikirkan dan mendorong peningkatan kualitas Pemilu sesuai tugas dan fungsi mereka, Mungkin baik jika kita mencoba opsi itu dalam revisi UU Pemilu yang sedang berproses di parlemen,” pungasnya. (LiaN)


banner
NASIONAL
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...
img
Senin, 02 November 2026
Afrika - Tim Patroli Temporary Operating Base (TOB) Tchabi Satgas Indonesia Rapid Deployable Battalion (Indo RDB) XXXIX-H MONUSCO yang dipimpin Komandan Kompi (Danki) Mayor Inf Wira Wijaya, melaksanakan patroli sekaligus...
img
Senin, 02 November 2026
Kalsel - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan tiga pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai sebanyak 9,3 ton bahan modifikasi cuaca berupa garam...
img
Senin, 02 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...

MEDIA INDONESIA NEWS