bendera

Kamis, 03 September 2026    06:52 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Budiman Sudjatmiko Sebut Kader PDIP Ada Jutaan, Bahaya Kalau Bergerak


dee maz,    29 Juni 2020,    20:33 WIB

Budiman Sudjatmiko Sebut Kader PDIP Ada Jutaan, Bahaya Kalau Bergerak

MINews - Jakarta : Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mengingatkan kepada pihak-pihak yang hendak memprovokasi partainya. Hal itu berkaitan dengan pembakaran bendera PDIP dalam aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.


Budiman menegaskan PDI Perjuangan merupakan partai besar yang tidak mudah diprovokasi. Kendati memiliki kader yang banyak, dia berharap persoalan ini dapat dihadapi dengan dewasa.

Kalau hanya sekadar menuruti nafsu, ya PDI Perjuangan dimana-mana anggotanya. Kadernya di desa seluruh Indonesia ada jutaan. Kan bahaya kalau yang banyak ini bergerak. 

“Kalau hanya sekadar menuruti nafsu, ya PDI Perjuangan dimana-mana anggotanya. Kadernya di desa seluruh Indonesia ada jutaan. Kan bahaya kalau yang banyak ini bergerak. Karena sebagai partai besar kita harus menunjukkan kedewasaan, kematangan. Nah cara melawan itu dengan cara hukum,” katanya saat dihubungi Tagar, Kamis, 25 Juni 2020.


Dia mengingatkan kepada pihak-pihak yang dalam hal ini aliansi nasional anti komunis (Anak NKRI) diduga telah membakar bendera PDIP, ke depannya akan berjalan sesuai jalur hukum. Hal itu berkenaan dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

“Partai menginginkan agar kita tetap disiplin dan tidak terprovokasi. Karena memang PDI Perjuangan terlalu besar untuk sekadar melayani provokasi seperti itu. Kalau memang ada persoalan kita selesaikan secara hukum. Saya kira arahan itu sudah benar sambil menjaga kehormatan partai. Saya kira itu yang harus kita jaga,” ujarnya.

Budiman juga sependapat dengan petinggi-petinggi di partainya agar para kader tidak terpancing emosi dan bertindak di luar perintah PDI Perjuangan.

“Dan memang pimpinan-pimpinan (PDIP) mengatakan kita harus ngerem. Jangan jadi kepancing. Kita partai besar, bukan partai anak-anak, bukan partai bocah, bukan partai darah panas, kita berpikir cool,” kata dia.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan sejumlah organisasi Islam yang tergabung dalam Anak NKRI hanya sengatan kecil bagi PDI Perjuangan.

“Itu terlalu kecil untuk mengganggu partai PDI Perjuangan. Ini bahkan sengatan yang enggak terasa. Mereka sudah kalah, mereka tinggal mempertahankan aset-aset mereka yang akan terus kita lacak keberadaannya,” ucap Budiman.

Lantas ia mempertanyakan pengetahuan para pedemo itu tentang Pancasila. Dia juga menyinggung bahwa pihak-pihak itu tidak mengerti hadirnya ideologi Pancasila di Indonesia.

“Itu cara-cara kelompok urba yang merasa resah dengan kebijakan pemerintah dan enggak ngerti sejarah saja, enggak ngerti cara berdemokrasi. Dan orang-orang itu enggak jelas juga, dalam pengertian kesetiaan mereka kepada Pancasila apa sih? Kita sudah teruji kok. Jadi kita enggak akan terprovokasi dengan provokasi murahan seperti itu,” katanya. (nkriku)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS