bendera

Selasa, 03 November 2026    05:44 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


OEF dan Perang Digital: Jalan Tengah antara Pertahanan, Fiskal, dan Ketahanan Pangan


Tim Red,    08 November 2025,    18:35 WIB

OEF dan Perang Digital: Jalan Tengah antara Pertahanan, Fiskal, dan Ketahanan Pangan
Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Oleh: Komjen Pol (Purn.) Drs. Didi Widayadi, MBA 


Mediaindonesianews.com: Indonesia memasuki era perang baru—bukan sekadar di medan tempur, tetapi di ruang data, algoritma, dan persepsi publik. Karena itu, kebijakan pembangunan Optimum Essential Force (OEF) oleh TNI AD hingga 2029 patut dibaca bukan sebagai ambisi memperbanyak pasukan, melainkan strategi membangun kecerdasan pertahanan nasional yang relevan di tengah krisis fiskal dan tantangan global.

Paradigma Baru Pertahanan

Konsep OEF menekankan efisiensi dan efektivitas. Fokusnya bukan berapa banyak batalyon dibentuk, melainkan seberapa tangguh dan cepat sistem pertahanan merespons ancaman multidimensi: siber, ruang angkasa, informasi, dan pangan.


Dalam konteks perang berbasis AI, yang dibutuhkan adalah “mata, otak, dan gigi digital”: sistem C4ISR, drone dan anti-drone, komando siber, serta kemampuan perang elektronik yang terintegrasi.

Krisis Fiskal dan Prioritas Baru

Kondisi keuangan negara tidak memungkinkan ekspansi militer konvensional besar-besaran. Setiap rupiah pertahanan harus bernilai strategis. Karena itu, arah OEF sebaiknya beralih dari manpower-heavy ke tech-intensive:

Pendekatan ini akan membuat OEF bukan sekadar proyek militer, tetapi investasi nasional yang menopang stabilitas fiskal, pangan, dan energi.

Ketahanan Pangan dan Peran TNI-AD

Keterlibatan batalyon teritorial (YTP) dalam ketahanan pangan perlu ditempatkan secara proporsional. TNI bukan operator ekonomi, melainkan penopang stabilitas. Fungsi YTP bisa diarahkan pada pengamanan distribusi, mitigasi bencana, dan dukungan logistik di daerah terpencil.

TNI dapat menjadi katalis pemberdayaan lokal tanpa menggeser peran kementerian dan petani. Ini penting agar supremasi sipil tetap terjaga dan pembangunan ekonomi tidak termiliterisasi.

Profesionalisme dan Perang Digital

Masa depan perang adalah digital warfare. Profesionalisme militer kini ditentukan oleh kecakapan analitik dan kecepatan pengambilan keputusan berbasis data. Langkah ke depan:

Dengan pendekatan ini, Indonesia bisa mengubah ancaman digital menjadi peluang untuk lahirnya Bhayangkara Digital—kombinasi disiplin militer dan kecerdasan teknologi.

Supremasi Sipil dan Tata Kelola

OEF harus berjalan dalam kerangka supremasi sipil. Presiden sebagai Panglima Tertinggi bertanggung jawab menjaga agar kebijakan pertahanan tidak bergeser menjadi politik ekonomi berseragam militer. Perlu audit pertahanan nasional yang menilai bukan hanya peralatan, tapi juga kesiapan digital, interoperabilitas, dan daya tahan logistik. Transparansi ini akan memperkuat kepercayaan publik dan efisiensi fiskal.

Benchmark Dunia

Beberapa negara kecil berhasil menjadi kekuatan besar karena efisiensi dan kecerdasan:

Indonesia bisa mengambil pelajaran ini untuk membangun OEF-Nusantara—pertahanan adaptif berbasis teknologi, sosial, dan spiritual bangsa.

Arah Strategis untuk Presiden

OEF bukan sekadar proyek pertahanan, melainkan cermin kesiapan bangsa menghadapi zaman ketika perang terjadi di layar dan jaringan, bukan di parit dan barak.

Dengan visi kepemimpinan presiden yang kuat, Indonesia dapat memadukan kekuatan militer, stabilitas fiskal, dan kemandirian pangan menjadi satu sistem ketahanan total 2045: cerdas secara teknologi, tangguh secara ekonomi, dan berjiwa Pancasila.

 

**Penulis Adalah Mantan KA BPKP, Lemhanas Kra 29 dan Founder DW-GPT Institute


banner
NASIONAL
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...
img
Senin, 02 November 2026
Afrika - Tim Patroli Temporary Operating Base (TOB) Tchabi Satgas Indonesia Rapid Deployable Battalion (Indo RDB) XXXIX-H MONUSCO yang dipimpin Komandan Kompi (Danki) Mayor Inf Wira Wijaya, melaksanakan patroli sekaligus...
img
Senin, 02 November 2026
Kalsel - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan tiga pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai sebanyak 9,3 ton bahan modifikasi cuaca berupa garam...
img
Senin, 02 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...

MEDIA INDONESIA NEWS