bendera

Sabtu, 06 Juni 2026    09:48 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Mengembalikan Akal Sehat Pengawasan Negara, BPKP Sebagai Penyeimbang Etis di Tengah Oligarki Politik


Tim Red,    28 Oktober 2025,    00:00 WIB

Mengembalikan Akal Sehat Pengawasan Negara, BPKP Sebagai Penyeimbang Etis di Tengah Oligarki Politik
Komjen Pol (P) Drs. Didi Widayadi, MBA

Oleh: Komjen Pol (Purn.) Drs. Didi Widayadi, MBA


Mediaindonesianews.com: Di atas kertas, sistem pengawasan Indonesia tampak megah. Kita punya BPK, BPKP, inspektorat kementerian/lembaga, serta Bawasda di daerah. Namun dalam praktik, public semakin kehilangan kepercayaan. Audit berubah dari alat kebenaran menjadi alat pembenaran; dari fungsi korektif menjadi instrumen politik.

Masalah sesungguhnya bukan sekadar teknis audit, melainkan krisis moral dan disorientasi struktural. BPK, yang berada di bawah pengaruh DPR, sering kali terseret dalam kompromi kepentingan. Temuan strategis berhenti di ruang politik, bukan di ruang keadilan. Dalam situasi seperti ini, BPKP seharusnya tampil sebagai penyeimbang etis — pengawas Presiden yang berani menjaga integritas kebijakan negara dari tarikan oligarki.

Sayangnya, peran itu kian memudar. BPKP yang semestinya menjadi benteng integritas justru terjebak dalam birokratisasi audit dan kehilangan posisi moralnya. Bila diperkuat, BPKP bisa menjadi counter-balance terhadap BPK yang cenderung mengakomodir kepentingan DPR dan kelompok oligarkis, serta menjadi penopang moral bagi kementerian dan pemerintah daerah yang sering kehilangan arah integritas.


Kini, muncul pula poros baru penegakan hukum antara Kejagung, TNI, dan Kemenhan. Dalam situasi global yang volatile, uncertain, complex, ambiguous (VUCA), struktur kekuasaan yang kabur seperti ini membuat pengawasan makin rapuh. Publik pun kehilangan kejelasan siapa yang mengawasi siapa.

DW-GPT Institute menawarkan arah baru: membangun Governance Intelligence System, yaitu sistem pengawasan cerdas yang berbasis data, risiko, dan moralitas publik. BPKP perlu direposisi menjadi Presidential Oversight Agency — bukan sekadar akuntan kebijakan, tetapi penjaga nilai. Auditor publik harus dilatih sebagai probity auditors — pengawal integritas, bukan pengisi laporan.

Teknologi kecerdasan buatan dan integrity dashboard harus menjadi tulang punggung pengawasan digital. Namun teknologi tanpa moral akan melahirkan oligarki baru berbasis data. Karena itu, pengawasan modern harus berdiri di atas fondasi etik dan spiritualitas kenegaraan.

Di tengah degradasi etika, rakyat perlu kembali berperan sebagai auditor moral pemerintah. Media, akademisi, dan masyarakat sipil wajib menjadi cermin etika bagi kekuasaan.

“Negara yang gagal diawasi rakyatnya sedang membangun jalan sunyi menuju otoritarianisme.”

DW-GPT merekomendasikan tiga langkah strategis:

- Terbitkan Perpres Sistem Pengawasan Internal Nasional (SPIN) untuk menyatukan BPKP, APIP, dan Bawasda dalam satu platform audit digital.

- Bentuk Integrity Governance Council lintas lembaga agar BPK, BPKP, dan DPR saling mengontrol, bukan saling menutupi.

- Tegakkan kode etik probity auditor agar pengawasan kembali berakar pada moralitas publik.

Reformasi pengawasan bukan proyek administratif, tetapi perjuangan moral untuk mengembalikan akal sehat bernegara. Ketika pengawasan kembali jujur dan berimbang, negara pun kembali memiliki cermin moralnya.

 

Penulis Adalah Mantan Kepala BPKP, Irwasum Polri 2005–2006, Alumnus Lemhannas KRA-29


banner
NASIONAL
img
Jumat, 05 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menghadiri Upacara Penutupan Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN)
img
Jumat, 05 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 130 pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Dalam pelantikan yang berlangsung
img
Kamis, 04 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengingatkan masyarakat untuk memahami prosedur dan persyaratan pemecahan bidang tanah sebelum mengajukan permohonan ke Kantor Pertanahan. Layanan ini menjadi
img
Rabu, 03 Juni 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyambut kedatangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim
img
Rabu, 03 Juni 2026
Singapura - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M. memimpin Delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada penyelenggaraan Sidang ke-22 TNI-Singapore Armed Forces Annual Staff Meeting
img
Rabu, 03 Juni 2026
Tangerang-Mediaindonesianews.com: Kehadiran layanan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang dinilai mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan pertanahan secara terintegrasi

MEDIA INDONESIA NEWS