bendera

Selasa, 03 November 2026    07:06 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Panggung Pilpres Indonesia 2024


ben,    26 November 2023,    18:54 WIB

Panggung Pilpres Indonesia 2024
Yudi Syamhudi Suyuti

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti


Mediaindonesianews.com: Pilpres hanya tinggal menunggu waktunya tiba. Yaitu sebuah hari ketika kita dihadapkan pilihan 3 Paslon Capres-Cawapres di TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Jujur, tidak ada yang terlalu mengkhawatirkan dalam Pilpres 2024, selain dari terjadinya suksesi Kepemimpinan Jokowi-Maruf. Karena ketiga Paslon yang ada, pun kesemuanya beririsan dengan Jokowi-Maruf. Baik itu paslon nomor 1, 2 dan 3. Sehingga potensi bersatunya kembali seluruh kubu Paslon setelah Pilpres begitu besar. Apalagi, tingkat kesemarakan pemilu kali ini juga bisa dirasakan tidak sesemarak pemilu-pemilu sebelumnya terhitung sejak era pemilu reformasi 99. Dimana di era itu demokratisasi menjadi gairah politik kedaulatan rakyat yang digotong rakyat. Sehingga gotong royong dalam memenangkan Capres-Cawapres (meskipun pencitraan politik tetap menjadi andalan), akan tetapi harapan-harapan besar akan majunya rakyat dan negara menjadi semangat patriotik dalam memilih Capres-Cawapres di TPS.

Berbeda pada saat sekarang, sebagian besar rakyat warga dihadapkan pada problem kehidupannya, kesulitan hidupnya dan berbagai kekuatiran. Sebenarnya, keadaan ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, akan tetapi terjadi hampir di seluruh dunia. Hal ini, karena kita berada di dalam masa transisi perubahan global yang sedang terjadi. Keadaan situasi global yang defisit dari sebagaian besar sektor fundamental berimbas ke Indonesia.


Bahkan issue Pilpres hampir diseluruh dunia juga bisa dibilang sama atau paling tidak mirip-mirip.

Yaitu issue tentang Demokrasi vs Otokrasi. Issue ini seolah menjadi desain politik dunia sekarang. Ditambah lagi satu issue yang di Indonesia tidak terlalu populer. Yaitu issue Nasionalis vs Globalis. Namun di Indonesia, issue yang hadir adalah Keberlanjutan vs Perubahan, sehingga masih berada dalam kerangka umum Nasional, Global dan Demokrasi.

Issue tentang Nasionalis vs Globalis ini adalah tantangan Indonesia untuk menunjukkan posisinya, dimana dalam manifestonya, yaitu Pembukaan UUD 45 yang Pancasila ada di dalamnya, Indonesia telah diamanatkan untuk menempatkan strategi nasional dan globalnya. Yaitu dibentuknya Negara Nasional berkedaulatan Rakyat dan terlibat dalam perdamaian serta ketertiban dunia. Sebuah amanat yang tidak serta merta muncul begitu saja dari alam lamunan atau utopia dari para pendiri Negara Indonesia. Melainkan realita itulah yang dipetakan dan dikonstruksi menjafi posisi strategis pembentkan Negara Indonesia yang ditulis sebagai arsitektur oleh para pendiri dan para arsitek Negara Indonesia yang terdiri dari para tokoh cerdik pandai dan paham tentang posisi nasional dan geopolitik Indonesia.

Kembali pada realita Pilpres 2024, seolah semua gambaran arah petunjuk dari Pembukaan UUD 45 menjadi terdistorsi, ketika persoalan sekarang Indonesia jauh berbeda.

Gagasan tentang Keberlanjutan vs Perubahan ditambah issue Demokrasi vs Otokrasi yang memiliki argumentasinya masing-masingpun telah runtuh. Diruntuhkan oleh kenyataan.Gagasan-gagasan tersebut prinsipnya selama untuk kepentingan rakyat warga, tidak ada salahnya. Toh, itu akan diuji setiap 5 tahun sekali. Karena alas demokrasi masih tetap menjadi instrumen politik Indonesia. Setidaknya dalam 5 tahunan.

Akan tetapi pada akhirnya, kita dihadapkan pada 1 ideologi, yaitu ideologi Wani Piro (Berani Berapa). Itulah kenyataan yang tidak terbantahkan. Para pengusung yang dipandang membawa issue politik demokrasi maupun otokrasi, pada akhirnya, menempatkan posisi para politisi dan para pemilih antara pembawa pipa air yang super kuat dan ember penampung yang besar. Kembali lagi, “Wani Piro”.

Namun, saya sebagai rakyat warga yang juga aktivis dan politisi demokratik, dimana demokrasi menjadi pilihan saya, tentu masih punya harapan. Dan ini masih bisa menjadi celah untuk memenangkan politik pilpres dengan Capres-Cawapres kami, meskipun tidak mudah. Akan tetapi celah inilah yang mampu masuk ke dalam rumah kemenangan politik dan membawa berkah untuk rakyat warga. Yaitu Trust. Ini satu-satunya yang dapat membawa cita-cita Pembukaan UUD 45 mencapai tujuannya. Sekali lagi Trust atau Kepercayaan yang terikat antara pemilih dan yang dipilih beserta para ahli kampanye dan penggeraknya. Hanya itu saja. Dan ini terpaksa menjadi ujian, karena bersifat abstrak.Belum terjadi dan tidak bisa dibuktikan sehingga sulit dipastikan. Apalagi ini soal politik. Dimana, politik dinilai dan dikenal publik dengan aksi tipu-tipu.

Tapi itulah tantangan kita semua. Siapa yang mampu dan kuat memberikan Trust kepada Rakyat, maka merekalah yang memimpin.

Untuk itu, partai, dimana saya sebagai kader barunya tidak mau banyak-banyak memberikan janji. Cukup dengan kerja mudah, harga-harga murah, hidup berkah. Dan itu yang kami bawa untuk menanamkan Trust ke rakyat warga sebagai prinsip saling percaya memilih Paslon Capres-Cawapres kami, Ganjar-Mahfud. Karena itu adalah ringkasan dari isi program Ganjar-Mahfud sekaligus misi saat ini Partai kami yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Perjuangan kenegaraan saat ini sangat-sangat mahal, melebihi mahalnya ideologi Wani Piro. Yaitu TRUST.***

 

Penulis adalah Ketua Umum Front Pembangunan Persatuan Rakyat (FPPR) / Politisi PPP

 


banner
NASIONAL
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...
img
Senin, 02 November 2026
Afrika - Tim Patroli Temporary Operating Base (TOB) Tchabi Satgas Indonesia Rapid Deployable Battalion (Indo RDB) XXXIX-H MONUSCO yang dipimpin Komandan Kompi (Danki) Mayor Inf Wira Wijaya, melaksanakan patroli sekaligus...
img
Senin, 02 November 2026
Kalsel - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan tiga pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai sebanyak 9,3 ton bahan modifikasi cuaca berupa garam...
img
Senin, 02 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...

MEDIA INDONESIA NEWS