bendera

Kamis, 03 September 2026    06:54 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OPINI
 


Issue Titik Terendah Surya Paloh dan Jokowi, Tidak Perlu Dibesar-Besarkan


tim red,    10 Mei 2023,    09:41 WIB

Issue Titik Terendah Surya Paloh dan Jokowi, Tidak Perlu Dibesar-Besarkan
Yudi Syamhudi Suyuti

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti


Mediaindonesianews.com: Pernyataan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh yang menyatakan hubungannya dengan Jokowi berada di titik terendah, tidak perlu dibesar-besarkan.

Situasinya biasa-biasa saja, tidak ada yang mengkhawatirkan sama sekali untuk kepentingan Rakyat dan Negara. Justru jika terus dibesarkan atau dihembuskan, akan semakin diacuhkan Rakyat Banyak. Karena terkesan ada motivasi membangun polarisasi yang dimata rakyat sudah sampai titik jenuh dan sama sekali tidak bermanfaat.

Dalam tahun-tahun politik menjelang Pemilu 2024 sekarang ini, selalu ada dinamikanya. Itu hal yang sangat wajar. Dan pernyataan Pak Surya Paloh ini kan lebih merepresentasikan Partai Nasdem dan Koalisinya. Sehingga tatarannya hanya terserap di tingkat elit.


Kami berpikir, wajar-wajar saja Pak Jokowi mengadakan pertemuan dengan Ketua-Ketua Umum Partai di Istana. Meski kami yang merupakan bagian kelompok masyarakat sipil, tidak mengetahui apa yang dibicarakannya secara detil, akan tetapi, Pak Jokowi sebagai Presiden, bisa saja ingin memastikan sejauh mana dukungan politik terhadap Pemerintahan yang dipimpinnya hingga selesai. Hal ini tentu terkait program-program Pemerintahan Jokowi.

Apalagi, Pemerintahan Jokowi dibentuk atas kemenangannya pada Pemilu 2019 dengan dukungan Koalisi Partai pendukungnya ditambah bergabungnya dua Partai yang dahulu sebagai lawan politiknya saat pemilu, namun kemudian bergabung. Tentu itu postur Partai pendukung Pemerintahan Jokowi saat sekarang ini.

Sementara Nasdem yang telah memilih jalannya dengan membangun koalisi perubahan untuk persatuan yang juga telah memiliki Calon Presiden, tentu telah menyiapkan agenda untuk berkompetisi di Pemilu 2024. Bagi kami, Nasdem dan koalisinya justru bisa lebih independen mestinya. Atas pilihannya tersebut, tentu secara politik, Nasdem tidak terlalu berkepentingan dengan Pemerintahan Jokowi, selain ingin merebutnya melalui Pemilu, termasuk Pilpres.

Jika kekecewaan Pak Surya Paloh kemudian muncul, karena merasa tidak diundang, kami pikir bukan bentuk hubungan terendah, atau hingga berpotensi minus. Melainkan bagian strategi propaganda dan kampanye politiknya.

Pak Surya Paloh ini politisi senior, bahkan sangat senior. Tentu beliau sangat paham, jika Pak Jokowi tidak mengundangnya. Kami yang merupakan anak-anak kemarin sore dibandingkan Pak Surya Paloh, melihat Pak Surya Paloh sedang mencoba mengambil dukungan sebagian rakyat untuk menarik dukungan Nasdem, atas peluang yang terjadi. Dalam politik, tindakan manuver Pak Surya Paloh juga hal yang biasa-biasa saja. Hanya saja, jika diibaratkan permainan kartu remi, Pak Surya Paloh bisa dikatakan salah melempar kartu. Kenapa, karena lawan Nasdem beserta Koalisinya dan Calon Presidennya, bukan Pak Jokowi lagi. Melainkan Partai dan Calon Presiden yang akan berkompetisi di 2024.

Pak Jokowi sudah hampir selesai masa tugasnya sebagai Presiden dan tidak bisa maju kembali sebagai Presiden. Jika Pak Jokowi membangun hubungan politik antara Partai-Partai pendukungnya, kami melihat semata-mata sebagai hubungan antara Partai dan Pemerintahannya. Sehingga manuver politik Pak Surya Paloh justru dapat nematikan kartunya sendiri.

 

Penulis adalah Koordinator Eksekutif Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS