bendera

Kamis, 03 September 2026    06:04 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

OLAH RAGA
 


Pesilat Iqbal Candra Pratama Antar Indonesia Raih Emas Ke-18 Asian Games 2018


Novia Prashanti,    29 Agustus 2018,    21:29 WIB

Pesilat Iqbal Candra Pratama Antar Indonesia Raih Emas Ke-18 Asian Games 2018

Jakarta - Iqbal Candra Pratama, mempersembahkan emas keenam dari cabang pencak silat sekaligus emas ke-18 bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Iqbal menyabet emas setelah memenangkan partai final atas Nguyen Ngoc Toan dari Vietnam  4-1 di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (27/8).


Iqbal sukses membuktikan dirinya sebagai yang terbaik dengan menjadi juara kelas D putra 60-65 kg. Pesilat berusia 22 tahun itu memang tampil dominan. Dia berhasil mengalahkan lawan yang usianya lebih tua lima tahun darinya. Mengandalkan serangan bawah, dia berhasil mengumpulkan angka demi angka.

Beberapa saat sebelumnya Indonesia juga meraih emas dari pencak silat ketika Komang Harik Adi Putra menumbangkan pesilat andalan Malaysia, Mohd Al Jufferi Jamari, 4-1, di kelas E putra 65 kg-70kg.

Sejak babak pertama dimulai, Komang berhasil menguasai jalannya pertandingan. Bahkan, Komang berhasil dua kali membanting Mohd hingga terjatuh. Menjatuhkan lawan merupakan poin tertinggi dalam pertandingan pencak silat, yakni tiga poin. Di babak ini, Komang unggul dengan perolehan poin 10-1,10-2,10-2,8-3, dan 12-4.


Di babak kedua, pesilat Malaysia berusaha bangkit dan melakukan serangan-serangan kepada Komang. Serangan yang dilancarkan pun berhasil mengenai tubuh Komang.

Poin yang diperoleh Mohd Al Jufferi lebih tinggi dibandingkan Komang, yakni 17-9,8-4,12-6,12-5, dan 12-8. Pesilat Malaysia unggul di babak kedua.

Di babak ketiga, kedua pesilat saling serang. Pukulan, tendangan terus dilancarkan agar memperoleh poin. Al Jufferi  pun sempat unggul, namun Komang berhasil membalikkan keadaan.

Dua detik lagi laga usai, tepatnya 01:58, Al Jufferi mundur dari pertandingan karena menganggap wasit juri tidak adil dalam memberikan penilaian.

Di belakang arena, tepatnya ruang pemanasan untuk atlet Al Jufferi sempat meluapkan emosinya dengan memukul bangunan yang terbuat dari triplek hingga jebol. Dia terlihat emosi dan marah-marah hingga sempat ditenangkan oleh pelatihnya.

Al Jufferi mengaku dirinya meluapkan kemarahannya itu lantaran tidak menerima poin yang diberikan oleh wasit juri.

"Saya tidak marah dengan pesilatnya atau pendukungnya, tapi saya marah dengan wasit karena tidak memberikan nilai dengan adil," kata Al Jufferi yang menyayangkan keputusan wasit tersebut.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS