bendera

Selasa, 03 November 2026    14:24 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Rocky Gerung: Salah Kelola Tanah Tak Bisa Dianggap Sepele, Dampaknya Bisa Permanen


Tim Red,    04 September 2026,    20:13 WIB

Rocky Gerung: Salah Kelola Tanah Tak Bisa Dianggap Sepele, Dampaknya Bisa Permanen
Istimewa

Sleman-Mediaindonesianews.com: Persoalan pertanahan tidak berhenti pada urusan sertifikat, administrasi, maupun teknis pengukuran. Kesalahan dalam memahami dan mengelola tanah dapat menimbulkan persoalan panjang karena menyangkut kepentingan negara, masyarakat, adat, hingga dunia usaha.


Rocky Gerung: Salah Kelola Tanah Tak Bisa Dianggap Sepele, Dampaknya Bisa Permanen

Hal itu disampaikan akademisi dan filsuf Rocky Gerung saat menjadi narasumber Kuliah Umum bertema “Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan dalam Perspektif Kebangsaan” di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (4/9).

Rocky menilai para Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN memiliki tantangan akademik yang jauh lebih luas karena tanah merupakan objek yang bersinggungan dengan berbagai disiplin ilmu.

“Teman-teman yang belajar di sini sebenarnya belajar semua ilmu. Ilmu tentang psikologi, administrasi, hukum tata negara, politik, global security, ekologi, ilmu tentang kematian, ilmu tentang cacing. Jadi ini kampus yang paling lengkap sebetulnya,” ujar Rocky.


Menurut dia, kompleksitas persoalan tanah membuat calon insan pertanahan tidak cukup hanya menguasai aspek teknis. Mereka harus mampu memahami berbagai kepentingan yang berada di balik persoalan pertanahan.

Rocky bahkan membandingkan Politeknik Agraria STPN dengan sejumlah institusi pendidikan lainnya. Ia menggambarkan mahasiswa di perguruan tinggi tertentu cenderung mempelajari tanah berdasarkan disiplin masing-masing.

“Kalau Anda ada di Akmil, Anda cuma belajar tentang cara mempertahankan negara. Kalau Anda ada di UI, Fakultas Ekonomi, Anda hanya diajarkan tentang supply demand dari tanah. Kalau di Fakultas Teknik, ITB, Anda cuma diajarkan untuk melihat struktur tanah secara geologi. Anda ada di IPB, Anda cuma diajarkan cara memupuk tanah,” tuturnya.

Sementara di Politeknik Agraria STPN, kata Rocky, taruna dan taruni dituntut untuk melihat persoalan tanah secara lebih menyeluruh.

“Anda ada di sini, Anda belajar semua hal. Kendati kurikulumnya tidak ada, tapi otomatis Anda mesti ambil risiko belajar semua hal,” katanya.

Perebutan Makna Tanah

Rocky mengatakan pemahaman mengenai pertanahan seharusnya dimulai dari pertanyaan mendasar mengenai makna tanah bagi negara dan masyarakat.

Menurutnya, tanah bukan sekadar objek administrasi, melainkan memiliki makna berbeda bagi setiap kelompok yang berkepentingan.

“Keinginan kita untuk kuliah di institut ini adalah untuk memahami tanah itu sebetulnya apa maknanya bagi negara, karena Anda akan mengurus tanah negara, tapi lebih penting melihat kapan dan dengan siapa atau oleh siapa perebutan makna itu diselesaikan,” ujarnya.

Ia mencontohkan adanya perbedaan cara pandang antara negara, masyarakat adat, dan korporasi.

Bagi negara, tanah berkaitan dengan hukum dan pengaturan. Sementara masyarakat adat dapat memandang tanah sebagai bagian dari hubungan dengan leluhur dan kehidupan yang diwariskan lintas generasi.

Adapun bagi korporasi, tanah dapat memiliki nilai sebagai komoditas dan bagian dari kepentingan ekonomi.

Perbedaan pemaknaan tersebut dapat memunculkan persoalan ketika suatu wilayah mengalami perubahan fungsi dan kepentingan. Tanah yang sebelumnya memiliki nilai adat, misalnya, dapat mengalami perubahan status dan kemudian masuk dalam kepentingan pembangunan atau kegiatan ekonomi.

“Jadi kita tahu bahwa soal tanah ini adalah soal yang menyebabkan seluruh masalah ini timbul,” kata Rocky.

Kesalahan Pertanahan Berdampak Panjang

Rocky mengingatkan para calon insan pertanahan agar tidak memandang keputusan terkait tanah sebagai persoalan administratif biasa.

Menurut dia, setiap kebijakan dan keputusan yang berkaitan dengan tanah memiliki konsekuensi terhadap kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kita berupaya untuk menghindari pertanyaan karena menganggap kesalahan itu selalu bisa dimaafkan, tapi kesalahan dalam mengolah tanah tidak mungkin dimaafkan karena dia akan permanen,” tegasnya.

Karena itu, ia mendorong para Taruna dan Taruni untuk berani mempertanyakan, menguji, serta memahami persoalan pertanahan dari berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan.

Kuliah umum tersebut turut dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, seluruh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi beserta jajaran, serta lebih dari 500 Taruna/i Politeknik Agraria STPN.

Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai hubungan antara tanah, negara, dan rakyat sekaligus mendorong calon insan pertanahan agar melihat persoalan agraria tidak semata dari sisi teknis, tetapi juga dari perspektif hukum, sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lingkungan. (red)


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...

MEDIA INDONESIA NEWS