bendera

Kamis, 03 September 2026    06:51 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Menembus Tebing Demi Kemanusiaan, Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi jenazah terakhir, tiga Korban Penembakan OPM di Yahukimo


Badarudin,    01 Agustus 2026,    15:24 WIB

Menembus Tebing Demi Kemanusiaan, Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi jenazah terakhir, tiga Korban Penembakan OPM di Yahukimo
Menembus Tebing Demi Kemanusiaan, Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi jenazah terakhir, tiga Korban Penembakan OPM di Yahukimo

Yahukimo, mediaindonesianews.com – Personel Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi satu dari tiga jenazah warga sipil korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo. Korban atas nama Teina Alya, warga Kampung Unaukam, ditemukan di kawasan longsoran Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (31/7/2026).


Evakuasi dilaksanakan setelah Koops TNI Habema menerima informasi mengenai keberadaan jenazah di lokasi longsoran. Operasi segera direncanakan dengan mempertimbangkan aspek keamanan personel, tingkat kesulitan medan, serta penghormatan terhadap korban dan keluarga yang menunggu proses pemakaman.

Sebelumnya, pada 27 Juli 2026, keluarga almarhumah melalui Bapak Bison Male selaku Kepala Suku Unaukam sekaligus Kepala Distrik Bomale menyampaikan permohonan bantuan kepada TNI melalui Kodim Yahukimo untuk membantu proses pencarian dan evakuasi jenazah agar dapat segera dimakamkan sesuai adat dan keyakinan keluarga.

Hasil pengamatan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) menunjukkan jenazah berada di dasar longsoran Kali Kolof dengan kedalaman sekitar 50 meter dan berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi penembakan. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa jenazah berada jauh dari titik awal kejadian.


Medan yang dihadapi sangat berat. Lokasi jenazah berada di dasar jurang dengan tebing yang curam sehingga proses evakuasi hanya dapat dilakukan menggunakan teknik vertical rescue (rappelling). Demi menjamin keselamatan seluruh personel, tim terlebih dahulu menguasai titik-titik ketinggian di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat potensi gangguan selama operasi berlangsung.

Setelah situasi dinyatakan aman, tiga personel Koops TNI Habema diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang. Dengan penuh kehati-hatian dan tetap mengedepankan penghormatan terhadap korban, jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah sebelum diangkat secara bertahap hingga berhasil dievakuasi ke atas tebing.

Selanjutnya, jenazah dibawa menuju RSUD Dekai untuk menjalani penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku untuk dimakamkan sesuai adat istiadat serta keyakinan keluarga.

Keberhasilan operasi kemanusiaan ini merupakan hasil sinergi antara Koops TNI Habema, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai unsur masyarakat yang turut mendukung pelaksanaan evakuasi di tengah kondisi alam yang sangat menantang.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk komitmen TNI dalam menjalankan tugas kemanusiaan di Papua.

"Evakuasi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada korban dan kepedulian terhadap keluarga yang ingin segera memakamkan almarhumah secara layak. Meski menghadapi medan yang sangat sulit dan berisiko tinggi, seluruh personel tetap mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tahapan pelaksanaan tugas," ujar Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna.

Ia menambahkan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kami mengimbau seluruh pihak agar tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan korban jiwa. Setiap permasalahan hendaknya diselesaikan melalui cara-cara damai demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif sehingga pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua dapat terus berjalan," tutupnya. (Koops TNI Habema)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS