bendera

Kamis, 03 September 2026    06:02 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Wamen Ossy Libatkan Mahasiswa Ekspedisi Patriot Petakan Persoalan Pertanahan di Kawasan Transmigrasi


Tim Red,    31 Juli 2026,    22:54 WIB

Wamen Ossy Libatkan Mahasiswa Ekspedisi Patriot Petakan Persoalan Pertanahan di Kawasan Transmigrasi
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan meminta Tim Ekspedisi Patriot 2026 ikut berperan dalam memetakan persoalan tata ruang dan pertanahan yang masih dihadapi masyarakat di kawasan transmigrasi.


Menurut Ossy, keterlibatan ribuan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi negeri dapat menjadi kontribusi strategis untuk menghasilkan data dan kajian lapangan yang dibutuhkan pemerintah dalam mempercepat penataan kawasan transmigrasi.

Ajakan tersebut disampaikan Ossy saat menghadiri Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7). Ia mengatakan, hasil pengamatan dan pendataan langsung di lapangan dapat menjadi masukan untuk memperkuat kebijakan penataan ruang sekaligus membantu mengidentifikasi persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi.

“Dalam penataan ruang, Tim Ekspedisi Patriot dapat berkontribusi melalui masukan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan untuk penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di daerah,” ujar Ossy.


Ossy menjelaskan, penataan ruang merupakan instrumen penting dalam pengembangan wilayah, termasuk kawasan transmigrasi. Penyelenggaraannya mencakup tiga aspek yang saling berkaitan, yakni perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian ruang.

Dalam proses perencanaan, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) memiliki posisi penting karena menjadi dokumen yang memberikan gambaran lebih terperinci mengenai pemanfaatan ruang di suatu wilayah.

Menurut Ossy, keberadaan RDTR yang berkualitas juga berkaitan dengan kemudahan investasi. RDTR yang telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) dapat mendukung percepatan proses perizinan dan penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).

“RDTR yang telah terintegrasi dengan OSS memungkinkan proses perizinan dan penerbitan KKPR dilakukan lebih cepat sehingga mampu mendukung iklim investasi dan pembangunan di berbagai daerah,” jelasnya.

Karena itu, hasil observasi Tim Ekspedisi Patriot diharapkan tidak berhenti sebagai catatan lapangan, tetapi dapat menjadi bahan masukan dalam penyempurnaan kebijakan penataan ruang di kawasan transmigrasi.

Selain persoalan tata ruang, Ossy meminta mahasiswa turut melakukan pendataan terhadap berbagai persoalan pertanahan yang dialami masyarakat transmigran.

Persoalan tersebut antara lain menyangkut penguasaan dan kepemilikan tanah hingga legalitas aset. Pendataan secara sistematis dinilai penting agar pemerintah memiliki gambaran mengenai persoalan yang terjadi di lapangan dan dapat menentukan langkah penyelesaiannya.

“Kami memohon kepada Tim Ekspedisi Patriot untuk mendata persoalan dan berkoordinasi dengan Kantor-Kantor Pertanahan di tingkat kabupaten/kota agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Ossy.

Ia optimistis keterlibatan mahasiswa yang didukung dosen dan guru besar dari perguruan tinggi dapat menghasilkan kajian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat transmigran.

“Saya yakin adik-adik mahasiswa, dibantu dosen dan guru besar, akan mampu menghasilkan kajian yang relevan, aplikatif, dan berdaya guna bagi masyarakat transmigran,” ujarnya.

Ossy menilai, koordinasi antara Tim Ekspedisi Patriot dengan Kantor Pertanahan di daerah menjadi penting agar temuan terkait persoalan pertanahan dapat langsung dikomunikasikan kepada instansi yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjutinya.

Tim Ekspedisi Patriot 2026 melibatkan ribuan mahasiswa dari 10 perguruan tinggi negeri. Mereka akan terjun ke berbagai kawasan transmigrasi untuk melakukan pengamatan, pendataan, dan kajian atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan kawasan transmigrasi.

Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 turut dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi selaku Ketua Pelaksana, serta perwakilan sejumlah kementerian/lembaga.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber dari kementerian dan lembaga terkait juga memberikan pembekalan kepada peserta sebelum menjalankan tugas ekspedisi di lapangan.

Dalam agenda itu, Wamen Ossy hadir didampingi Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS