bendera

Kamis, 03 September 2026    06:51 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Jangan Alergi dengan Istilah Pribumi, Prof Didin: Prabowo Sedang Bangun Fondasi Ekonomi Rakyat


Tim Red,    30 Juli 2026,    01:50 WIB

Jangan Alergi dengan Istilah Pribumi, Prof Didin: Prabowo Sedang Bangun Fondasi Ekonomi Rakyat
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Ketua Dewan Pakar ASPRINDO, Prof. Didin Damanhuri, mengajak masyarakat, khususnya kalangan pengusaha, agar tidak lagi memandang negatif penggunaan istilah "pribumi". Menurutnya, istilah tersebut memiliki konteks sejarah dan tidak seharusnya dipahami sebagai bentuk diskriminasi, melainkan sebagai bagian dari semangat membangun kekuatan ekonomi rakyat.


Dalam sebuah acara yang dihadirinya, Prof. Didin menjelaskan bahwa penggunaan istilah pribumi pernah mengalami pembatasan pada masa lalu. Ia menyebut kebijakan tersebut berkaitan dengan dinamika politik nasional pada era pemerintahan Presiden Soeharto, yang kemudian berujung pada pelarangan penggunaan istilah itu dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan sejak 1998.

"Ada sejarahnya terkait kata pribumi. Saat itu terdapat perbedaan pandangan mengenai penggunaan istilah tersebut. Namun larangan itu pada dasarnya berlaku dalam konteks administrasi dan pelayanan pemerintah," ujar Prof. Didin, Rabu (29/7)

Ia menilai para pengusaha nasional perlu melepaskan stigma terhadap istilah pribumi dan fokus membangun daya saing usaha agar mampu bersaing dengan pelaku usaha asing maupun non-pribumi. Menurutnya, semangat tersebut juga menjadi bagian dari perjuangan ASPRINDO yang sejak awal membawa identitas sebagai organisasi pengusaha pribumi.


Prof. Didin mengungkapkan, ASPRINDO kini telah memiliki kepengurusan di hampir seluruh provinsi di Indonesia dan terus memperluas jaringan organisasi. Salah satu perkembangan terbaru adalah pelantikan kepengurusan baru di Sulawesi Selatan yang turut dihadirinya.

Lebih lanjut, ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah membangun fondasi ekonomi rakyat melalui pendekatan pembangunan yang berpusat pada masyarakat (people centered development). Meski tidak secara eksplisit menggunakan istilah "pribumi", menurutnya substansi kebijakan pemerintah mengarah pada penguatan ekonomi masyarakat.

"Kerangka ekonomi rakyat diterjemahkan dalam berbagai program Asta Cita, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), swasembada pangan dan energi, Sekolah Rakyat hingga program pembangunan perumahan rakyat. Intinya adalah memperkuat ekonomi masyarakat," katanya.

Menurut Prof. Didin, arah pembangunan tersebut menunjukkan adanya pergeseran paradigma dibandingkan periode sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur berskala besar. Di era Presiden Prabowo, kata dia, fokus pembangunan mulai diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia pun mengajak para pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut dengan memperkuat kolaborasi, membangun sentra-sentra ekonomi lokal, serta mengembangkan potensi ekonomi daerah agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Namun demikian, Prof. Didin juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ekonomi kerakyatan sangat bergantung pada kualitas perencanaan, tata kelola, serta sistem pengawasan. Menurutnya, implementasi yang tidak matang berpotensi menimbulkan persoalan baru, termasuk mengganggu alokasi anggaran sektor lain.

Ia menilai berbagai program strategis pemerintah seperti MBG, KDMP, swasembada pangan dan energi, Sekolah Rakyat, serta perumahan rakyat merupakan representasi dari paradigma ekonomi kerakyatan. Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaannya dilakukan secara transparan dan akuntabel.

"Tanpa tata kelola yang baik dan pengawasan yang kuat, program ekonomi untuk rakyat justru dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah maupun terhadap konsep ekonomi kerakyatan itu sendiri," tutup Prof. Didin.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS