bendera

Kamis, 03 September 2026    06:02 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Koalisi Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan ke Presiden, Desak Pencabutan Inpres KDMP


Tim Red,    28 Juli 2026,    23:08 WIB

Koalisi Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan ke Presiden, Desak Pencabutan Inpres KDMP
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Sejumlah organisasi mahasiswa dan lembaga kajian menyampaikan Nota Keberatan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Dalam dokumen tersebut, mereka meminta pemerintah mencabut Inpres tersebut dan menghentikan pelaksanaan program KDMP.


Nota Keberatan diserahkan pada Selasa (28/7) oleh Ketua Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Nasional Charlesius Rustam T.M.G. (Charles), Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon FISIP Universitas Nasional Zaky Alamsyah, bersama Institut Marhaenisme 27.

Penyampaian dokumen itu turut didukung sejumlah organisasi, yakni GMNI DKI Jakarta, GMNI Cabang Jakarta Selatan, DPK GMNI Universitas Nasional, PMII Rayon Gusdur Universitas Nasional, serta Institut Marhaenisme 27.

Dalam Nota Keberatan tersebut, koalisi mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah. Pertama, meminta Presiden mencabut Inpres Nomor 9 Tahun 2025 beserta aturan turunannya karena dinilai mengandung persoalan hukum dan melampaui fungsi Instruksi Presiden sebagai instrumen kebijakan internal pemerintah.


Kedua, mereka meminta pemerintah menghentikan operasional, pendanaan, dan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Ketiga, mereka mendesak pemerintah menghormati otonomi desa serta mencegah kebijakan yang dinilai dapat berdampak terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pedagang kecil.

Ketua DPK GMNI Universitas Nasional Charles mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi kebijakan publik melalui mekanisme yang konstitusional.

Sementara itu, Direktur Institut Marhaenisme 27 dalam pernyataannya mengkritisi implementasi program KDMP. Menurutnya, pendekatan yang digunakan pemerintah dalam pembentukan koperasi desa perlu dikaji kembali karena dinilai berpotensi bertentangan dengan prinsip demokrasi ekonomi dan tata kelola koperasi.

Selain menyampaikan tuntutan, koalisi tersebut juga menyertakan kajian yang memuat sejumlah argumentasi hukum. Mereka berpendapat Inpres bukan bagian dari hierarki peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, sehingga penggunaannya sebagai dasar pengaturan kebijakan yang berdampak pada pengelolaan anggaran dan kewenangan daerah dinilai perlu ditinjau.

Mereka juga mengemukakan kekhawatiran mengenai potensi dampak terhadap ekosistem ekonomi lokal, termasuk keberlangsungan BUM Desa, UMKM, dan pelaku usaha kecil, serta meminta pemerintah memastikan setiap kebijakan didasarkan pada kajian yang komprehensif dan mekanisme pengawasan yang akuntabel.

Koalisi mahasiswa menyatakan akan menunggu tanggapan resmi dari Istana Kepresidenan atas Nota Keberatan yang telah disampaikan. Mereka juga menyebut akan menempuh langkah-langkah konstitusional lanjutan apabila aspirasi tersebut tidak memperoleh respons.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS