bendera

Kamis, 03 September 2026    06:51 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Sekjen ATR/BPN Targetkan Capaian Kinerja 98 Persen pada 2026, Kanwil dan Kantah Diminta Percepat Program Prioritas


Tim Red,    14 Juli 2026,    17:54 WIB

Sekjen ATR/BPN Targetkan Capaian Kinerja 98 Persen pada 2026, Kanwil dan Kantah Diminta Percepat Program Prioritas
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat pengendalian pelaksanaan program dan anggaran memasuki semester II Tahun 2026 dengan menargetkan capaian kinerja nasional sebesar 98 persen hingga akhir tahun. Seluruh jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi dan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten/Kota diminta segera menyusun strategi teknis untuk memastikan seluruh program strategis berjalan sesuai target.


Sekjen ATR/BPN Targetkan Capaian Kinerja 98 Persen pada 2026, Kanwil dan Kantah Diminta Percepat Program Prioritas

Arahan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, saat membuka Evaluasi Kinerja Program, Kegiatan, dan Rencana Aksi Pelaksanaan Kegiatan Triwulan II Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (14/7).

"Target capaian kita di tahun ini adalah 98 persen. Untuk mencapainya, harus sudah menyiapkan strategi teknis sebelum akhir Juli. Kepala Kanwil dan Kepala Kantah harus benar-benar mengetahui target prioritas di wilayahnya dan memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana," tegas Dalu Agung Darmawan.

Menurutnya, percepatan pelaksanaan program harus dibarengi dengan penguatan sistem pengendalian agar setiap anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.


Salah satu instrumen yang dinilai strategis adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang tidak hanya mengukur capaian kinerja, tetapi juga memastikan seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga evaluasi berjalan secara terintegrasi dan berorientasi pada hasil (result oriented).

"SAKIP ini strategis bukan hanya melihat capaian, tetapi juga mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan evaluasi internalnya. Jadi kalau Tim Pembina melihat unsur-unsur SAKIP, saya pikir itu sudah mencerminkan kondisi pembinaan dan evaluasi program di ranah Pejabat Eselon I dan Eselon II," jelasnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi, menegaskan bahwa pengawasan pada semester II akan difokuskan secara tematik terhadap sejumlah Program Strategis Nasional (PSN) yang memiliki alokasi anggaran besar dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, program seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) harus diawasi secara ketat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus menghindari potensi persoalan hukum.

"Misal seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Kalau outcome-nya tidak bermanfaat kepada masyarakat, itu menjadi celah sorotan dari para Aparat Penegak Hukum," ujar Pudji.

Ia juga meminta seluruh pimpinan satuan kerja melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program, bahkan secara mingguan, sehingga hambatan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan diperbaiki.

"Mohon program PTSL dan RDTR ini senantiasa dievaluasi, misalnya setiap minggu. Tujuannya agar kita bisa memetakan program kita, mengetahui kekurangannya, kemudian segera melakukan perbaikan," tegasnya.

Dalam kegiatan evaluasi tersebut, Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng, serta Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Bahrun Munawir, turut memaparkan strategi pencapaian target kinerja semester II Tahun 2026, termasuk langkah-langkah penguatan koordinasi, pengendalian program, dan percepatan realisasi anggaran.

Pertemuan dihadiri langsung oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN, sementara seluruh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota se-Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.

Evaluasi kinerja semester II ini menjadi bagian dari upaya Kementerian ATR/BPN memastikan seluruh program prioritas nasional berjalan tepat sasaran, efektif, dan akuntabel. Melalui penguatan pengawasan, pemanfaatan SAKIP secara optimal, serta evaluasi berkala terhadap program strategis seperti PTSL dan RDTR, kementerian optimistis target capaian kinerja sebesar 98 persen pada tahun 2026 dapat direalisasikan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan pertanahan dan tata ruang bagi masyarakat di seluruh Indonesia.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS