bendera

Kamis, 03 September 2026    07:41 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


FGD Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Matangkan RUU Administrasi Pertanahan


Tim Red,    07 Juli 2026,    01:25 WIB

FGD Bersama Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN Matangkan RUU Administrasi Pertanahan
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Komisi II DPR RI mulai mematangkan substansi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Administrasi Pertanahan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin (6/7/2026). Forum ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyusun regulasi yang lebih komprehensif untuk memperkuat sistem administrasi pertanahan nasional.


Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan mengatakan penyusunan RUU Administrasi Pertanahan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih modern, transparan, dan mampu menjawab tantangan di masa depan.

"FGD ini memiliki arti yang sangat penting. RUU tentang Administrasi Pertanahan adalah upaya kita bersama untuk memastikan sistem administrasi pertanahan Indonesia menjadi semakin baik, baik untuk kebutuhan saat ini maupun masa depan," ujar Ossy.

Menurutnya, penyusunan regulasi tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan harus melalui proses dialog yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar menghasilkan produk hukum yang implementatif dan berkualitas.


"Regulasi yang baik harus lahir dari dialog, kajian akademis, serta berbagai masukan dan perspektif dari banyak pihak, termasuk pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI," katanya.

FGD tersebut dihadiri seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Dari unsur legislatif, hadir Ketua, Wakil Ketua, dan anggota Komisi II DPR RI yang memberikan berbagai masukan terhadap substansi RUU.

Ketua Komisi II DPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda menyambut baik inisiatif Kementerian ATR/BPN dalam menyusun regulasi baru yang dinilai sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Ia menyebut terdapat tiga persoalan utama yang memerlukan solusi melalui RUU Administrasi Pertanahan. Pertama, tumpang tindih antara Area Penggunaan Lain (APL) dengan kawasan hutan. Kedua, kompleksitas pengelolaan berbagai aset yang berada di kawasan APL. Ketiga, belum sinkronnya data spasial, tumpang tindih kewenangan antarinstansi, serta adanya duplikasi persyaratan dalam tata ruang dan proses perizinan investasi.

"Mudah-mudahan dengan adanya Undang-Undang Administrasi Pertanahan ke depan, kita bisa menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut," ujar Rifqinizamy.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Dalu Agung Darmawan memaparkan arah kebijakan dan substansi utama yang akan dimuat dalam RUU Administrasi Pertanahan. Paparan tersebut menjadi bahan diskusi bersama untuk menyempurnakan materi regulasi sebelum memasuki tahapan pembahasan lebih lanjut.

Melalui penyusunan RUU Administrasi Pertanahan, pemerintah berharap dapat membangun sistem administrasi pertanahan yang lebih terintegrasi, memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, mengurangi konflik pertanahan, memperkuat sinkronisasi tata ruang, serta mendukung iklim investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan di Indonesia.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS