bendera

Kamis, 03 September 2026    07:42 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


RDP dengan Komisi II DPR RI, ATR/BPN Klaim 78 Persen Layanan Prioritas Tercapai, Digitalisasi Dongkrak Efisiensi


Tim Red,    02 Juli 2026,    00:58 WIB

RDP dengan Komisi II DPR RI, ATR/BPN Klaim 78 Persen Layanan Prioritas Tercapai, Digitalisasi Dongkrak Efisiensi
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan capaian pelaksanaan tujuh layanan prioritas yang menjadi fokus transformasi pelayanan pertanahan dan tata ruang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, Rabu (1/7).


RDP dengan Komisi II DPR RI, ATR/BPN Klaim 78 Persen Layanan Prioritas Tercapai, Digitalisasi Dongkrak Efisiensi

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menyampaikan bahwa sepanjang 2025, realisasi tujuh layanan prioritas telah mencapai 6.481.784 berkas atau sekitar 78 persen dari total layanan yang ditangani kementerian.

"Capaian tersebut menunjukkan komitmen Kementerian ATR/BPN dalam mempercepat dan menyederhanakan pelayanan pertanahan melalui penyempurnaan regulasi dan transformasi digital," ujar Dalu Agung Darmawan di Ruang Rapat Komisi II Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta.

Tujuh layanan prioritas yang menjadi fokus percepatan meliputi pengecekan sertipikat dengan standar operasional prosedur (SOP) satu hari kerja, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) satu hari kerja, layanan Hak Tanggungan Elektronik (HT-El) tujuh hari kerja, roya lima hari kerja, peralihan hak lima hari kerja, pendaftaran surat keputusan (SK) sepuluh hari kerja, serta perubahan Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Pakai (HP) menjadi Hak Milik (HM) untuk rumah tinggal, rumah toko, dan rumah kantor dalam lima hari kerja.


Menurut Dalu, transformasi layanan berbasis elektronik telah menghasilkan peningkatan kinerja pada tiga sektor utama, yakni layanan hak tanggungan elektronik, informasi pertanahan, dan layanan peralihan hak secara elektronik. Digitalisasi tersebut dinilai mampu memangkas birokrasi, mengurangi tahapan administrasi, serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya manusia.

Pada sektor informasi pertanahan, ATR/BPN mencatat hingga pertengahan 2026 telah memproses 17.821.694 permohonan pengecekan sertipikat elektronik, 936.067 layanan SKPT elektronik, serta 1.516.709 layanan Zona Nilai Tanah (ZNT) elektronik.

Sementara itu, sistem peralihan hak elektronik juga dinilai mampu memperkuat kepastian hukum karena setiap akta wajib dilaporkan melalui sistem elektronik ATR/BPN paling lambat tujuh hari setelah dibuat. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mencegah praktik transaksi berulang maupun penyalahgunaan dokumen pertanahan.

Dalam paparannya, Dalu turut menyoroti perkembangan implementasi Hak Tanggungan Elektronik (HT-El) yang terus meningkat dan dinilai berkontribusi terhadap penguatan ekosistem pembiayaan nasional.

"Hingga Juni 2026 telah diterbitkan 5.727.063 HT-El dengan total nilai mencapai Rp5.792 triliun, didukung oleh 4.540 mitra kreditur," ungkapnya.

Ia menambahkan, nilai transaksi HT-El menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Sepanjang 2025 nilainya mencapai Rp1.008,81 triliun, sedangkan hingga Juni 2026 telah terealisasi sebesar Rp409,78 triliun.

Menurutnya, digitalisasi layanan hak tanggungan tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memperkuat kepastian hukum terhadap jaminan kredit, menjaga keberlanjutan ekosistem pembiayaan, serta meningkatkan kepercayaan perbankan maupun masyarakat terhadap layanan pertanahan elektronik.

RDP tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra, dan dihadiri sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya serta pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Usai mendengarkan paparan tersebut, Bahtra berharap tujuh layanan prioritas ATR/BPN menjadi fondasi transformasi pelayanan pertanahan nasional yang semakin cepat, terintegrasi, murah, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan pertanahan merupakan langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum atas hak tanah, mencegah sengketa pertanahan, menjaga stabilitas sosial, sekaligus mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS