bendera

Kamis, 03 September 2026    07:41 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


ATR/BPN: Perbedaan Luas Sertipikat dan Letter C atau Girik Merupakan Hal Wajar


Tim Red,    27 Juni 2026,    13:30 WIB

ATR/BPN: Perbedaan Luas Sertipikat dan Letter C atau Girik Merupakan Hal Wajar
Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir apabila menemukan perbedaan luas antara sertipikat tanah dengan dokumen alas hak lama, seperti Letter C, Letter D, girik, maupun petuk. Perbedaan tersebut dinilai sebagai hal yang lazim terjadi akibat perkembangan metode dan teknologi pengukuran tanah.

Direktur Survei dan Pemetaan Tematik, Agus Apriawan, menjelaskan bahwa kepastian hukum atas bidang tanah tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya luas yang tercantum dalam dokumen, melainkan oleh kejelasan posisi, batas, dan bentuk bidang tanah itu sendiri.


"Yang penting dipahami masyarakat adalah kepastian pengukuran tanah terletak pada kepastian posisi, batas, dan bentuk bidang tanah, bukan semata-mata pada luasnya," ujar Agus Apriawan saat ditemui di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut Agus, dokumen seperti Letter C, Letter D, girik, dan petuk pada dasarnya merupakan catatan administrasi penguasaan atau riwayat tanah yang diterbitkan melalui sistem administrasi desa maupun perpajakan pada masa lalu. Dokumen tersebut bukan merupakan sertipikat hak atas tanah yang diterbitkan melalui sistem pendaftaran tanah nasional.

Ia menjelaskan, perbedaan luas tanah kerap terjadi karena metode pengukuran pada masa lalu masih menggunakan peralatan sederhana, seperti pita ukur atau meteran. Penggunaan alat tersebut memiliki tingkat akurasi yang terbatas, terutama pada medan dengan kondisi topografi tertentu.


Berbeda dengan saat ini, pengukuran bidang tanah telah memanfaatkan teknologi berbasis satelit melalui Global Positioning System (GPS) dengan metode Real Time Kinematic (RTK) yang mampu menghasilkan tingkat ketelitian hingga sekitar lima sentimeter. Teknologi tersebut dinilai mampu memberikan hasil pengukuran yang jauh lebih presisi dibandingkan metode konvensional.

Selain perkembangan teknologi, perbedaan luas juga dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain, seperti kondisi geografis saat pengukuran dilakukan, keterbatasan alat ukur terdahulu, hingga kemungkinan adanya perubahan batas fisik bidang tanah seiring berjalannya waktu.

Agus menegaskan bahwa selama batas-batas bidang tanah jelas dan telah disepakati oleh para pihak yang berbatasan, maka perbedaan luas yang masih berada dalam batas toleransi ketelitian tidak dapat serta-merta dianggap sebagai kesalahan.

"Selama batas-batas tersebut jelas dan disepakati, perbedaan luas yang masih dalam batas toleransi ketelitian merupakan hal yang dapat diterima," katanya.

Kementerian ATR/BPN juga mengimbau masyarakat yang masih memegang dokumen lama agar segera melakukan pendaftaran tanah untuk memperoleh sertipikat sebagai bukti hak yang memberikan kepastian dan perlindungan hukum.

Melalui program pendaftaran tanah, dokumen-dokumen seperti Letter C, Letter D, girik, maupun petuk dapat ditingkatkan statusnya menjadi sertipikat hak atas tanah. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisasi potensi sengketa pertanahan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pemilik tanah di masa mendatang.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS