bendera

Rabu, 04 November 2026    01:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Gelar Aksi Tolak ART di DPR RI


Tim Red,    22 Mei 2026,    01:33 WIB

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Gelar Aksi Tolak ART di DPR RI
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (PERISAI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5), bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai mengancam kedaulatan nasional.


Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Gelar Aksi Tolak ART di DPR RI

Aksi diwarnai dengan berbagai poster dan spanduk bertuliskan penolakan terhadap Agreement on Reciprocal Trade (ART), militerisme di sektor sipil, serta kritik terhadap hubungan kerja sama pertahanan dan ekonomi Indonesia dengan sejumlah negara asing.

Juru Bicara Aliansi PERISAI, Deodatus Sunda, menyatakan pihaknya menilai pemerintah saat ini semakin membuka ruang bagi kepentingan asing di Indonesia. Menurut dia, sejumlah kerja sama internasional yang dijalin pemerintah berpotensi mengurangi kemandirian bangsa dalam bidang ekonomi maupun pertahanan.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat pentingnya menjaga kedaulatan bangsa, baik di sektor ekonomi, politik, maupun pertahanan,” ujar Deodatus di sela aksi.


Dalam orasinya, massa aksi juga menyoroti kerja sama perdagangan dan pertahanan Indonesia dengan Amerika Serikat serta negara-negara lain yang dianggap sebagai bagian dari agenda globalisasi ekonomi. PERISAI menilai kebijakan tersebut dapat berdampak terhadap pengelolaan sumber daya alam dan ketahanan ekonomi nasional.

Selain itu, massa mendesak DPR RI menggunakan hak interpelasi untuk meminta penjelasan pemerintah terkait sejumlah kerja sama internasional yang telah ditandatangani. Mereka juga meminta pemerintah menghentikan kebijakan yang dianggap memperluas keterlibatan unsur militer di sektor sipil, termasuk di bidang agraria dan koperasi.

Dalam pernyataan sikapnya, PERISAI menyampaikan 10 tuntutan kepada pemerintah dan DPR RI, di antaranya penolakan terhadap ART, penghentian militerisme di sektor sipil, perbaikan kebijakan fiskal dan moneter, serta penghormatan terhadap hak demokratis masyarakat.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar kawasan Senayan. Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung tertib.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah maupun DPR RI terkait tuntutan yang disampaikan Aliansi PERISAI.***


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Pemberangkatan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA TA 2026 yang digelar di Lapangan Gelanggang Olahraga...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - TNI terus mengintensifkan pengiriman logistik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari  Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (3/11/2026). Pada hari ini, TNI...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian DPN membahas dinamika keamanan dan...
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...

MEDIA INDONESIA NEWS