bendera

Kamis, 05 November 2026    03:26 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


ATR/BPN Perkuat Keamanan Transaksi Tanah Lewat Integrasi Sertipikat Elektronik dan Sentuh Tanahku


Tim Red,    14 Mei 2026,    08:15 WIB

ATR/BPN Perkuat Keamanan Transaksi Tanah Lewat Integrasi Sertipikat Elektronik dan Sentuh Tanahku
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional terus memperkuat transformasi digital layanan pertanahan melalui integrasi Sertipikat Elektronik dengan aplikasi Sentuh Tanahku guna meningkatkan keamanan, transparansi, dan akurasi transaksi pertanahan.


ATR/BPN Perkuat Keamanan Transaksi Tanah Lewat Integrasi Sertipikat Elektronik dan Sentuh Tanahku

Melalui sistem tersebut, proses verifikasi data pertanahan kini dilakukan secara digital dan berlapis sehingga dinilai mampu meminimalkan risiko manipulasi maupun pemalsuan dokumen dalam transaksi jual beli tanah.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian ATR/BPN I Gede Ketut Ary Sucaya menjelaskan, dalam proses pembuatan akta jual beli, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) wajib melakukan pemindaian barcode pada Sertipikat Elektronik.

“Ketika akan membuat akta jual beli, PPAT wajib memindai barcode yang ada di Sertipikat Elektronik. Sistem kami lalu akan mengeluarkan secret code. Kode ini hanya bisa diakses melalui pemindaian dokumen digital melalui Sentuh Tanahku dan tidak tersedia pada dokumen cetak,” ujar Ary Sucaya dalam keterangannya, Rabu (13/05/2026).


ATR/BPN Perkuat Keamanan Transaksi Tanah Lewat Integrasi Sertipikat Elektronik dan Sentuh Tanahku

Secret code atau e-code tersebut akan muncul pada tampilan Sertipikat Elektronik di aplikasi Sentuh Tanahku setelah barcode dipindai. Kode digital itu ditempatkan di bagian kanan atas sertipikat elektronik sebagai bagian dari sistem validasi keamanan.

Sejak implementasi Sertipikat Elektronik diberlakukan, verifikasi digital menjadi tahapan wajib dalam setiap proses transaksi pertanahan yang dilakukan PPAT.

Jika sebelumnya pemeriksaan hanya mengandalkan dokumen fisik, kini PPAT juga diwajibkan mencocokkan seluruh data pertanahan dengan basis data digital yang tersimpan di sistem ATR/BPN.

Data yang diverifikasi mencakup informasi bidang tanah hingga data kepemilikan. Menurut ATR/BPN, mekanisme validasi berlapis tersebut menjadi pengaman tambahan untuk memastikan keaslian data sekaligus menutup celah pemalsuan dokumen.

“PPAT harus benar-benar memeriksa data digital kita. Jadi tidak hanya sekadar membaca buku tanah hasil cetakannya. Setelah itu akan dicocokkan, apakah benar elemen-elemen yang ada di sertipikat cetak sama dengan yang ada di elektronik, di data digital,” jelas Ary Sucaya.

Kementerian ATR/BPN menilai integrasi Sertipikat Elektronik dengan aplikasi Sentuh Tanahku menjadi bagian penting dalam modernisasi layanan pertanahan nasional yang lebih aman dan akuntabel.

Selain mempercepat proses layanan, digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pertanahan berbasis elektronik yang tengah dikembangkan pemerintah.

“Benar-benar untuk mempermudah masyarakat,” pungkas Ary Sucaya.***


banner
NASIONAL
img
Kamis, 05 November 2026
Banjar - Satuan Tugas (Satgas) TNI yang tergabung dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali melaksanakan penyemaian 1,6 ton garam (Natrium Klorida/NaCl) guna mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...
img
Rabu, 04 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...
img
Rabu, 04 November 2026
Bandung - TNI memberangkatkan 289 personel Tim Penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menuju Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026). Tim yang...
img
Rabu, 04 November 2026
Kendari - TNI mengerahkan pesawat C-130 Hercules A-1340 untuk mengangkut 12 ton garam (Natrium Klorida/NaCl) guna mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/11/2026)....
img
Rabu, 04 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...
img
Rabu, 04 November 2026
Kalimantan - Satuan Tugas (Satgas) TNI yang tergabung dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali melaksanakan penyemaian bahan modifikasi cuaca berupa 2,8 ton garam (Natrium Klorida/NaCl) untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan...

MEDIA INDONESIA NEWS