bendera

Sabtu, 06 Juni 2026    12:19 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


GMNI DKI Soroti Ketimpangan Ukuran Kemiskinan, Nilai Garis Rp21 Ribu per Hari Tak Cerminkan Realitas


Tim Red,    26 Februari 2026,    12:17 WIB

GMNI DKI Soroti Ketimpangan Ukuran Kemiskinan, Nilai Garis Rp21 Ribu per Hari Tak Cerminkan Realitas
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta menilai standar garis kemiskinan yang digunakan pemerintah belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat. Organisasi tersebut menyebut terdapat kesenjangan signifikan antara angka statistik dan kenyataan ekonomi yang dihadapi warga di lapangan.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), garis kemiskinan nasional tercatat sebesar Rp641.443 per kapita per bulan atau sekitar Rp21.381 per hari, dengan jumlah penduduk miskin 23,36 juta jiwa atau 8,25 persen dari total populasi.

Namun, jika mengacu pada standar Bank Dunia untuk negara berpendapatan menengah, ambang batas kemiskinan berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp111.882 per hari. Dengan pendekatan tersebut, jumlah masyarakat miskin dan rentan di Indonesia dinilai dapat mencapai 60–68 persen dari populasi.

Ketua DPD GMNI DKI Jakarta, Deodatus Sunda, SE atau yang akrab disapa Bung Dendy, menyatakan bahwa rendahnya garis kemiskinan berpotensi membuat kelompok rentan tidak teridentifikasi secara administratif.


“Angka kemiskinan terlihat turun, tetapi daya beli rakyat melemah. Banyak yang tidak miskin secara data, namun hidup dalam kekurangan secara nyata,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (26/2).

DPD GMNI DKI Jakarta memaparkan, dengan asumsi kebutuhan konsumsi makanan bergizi sebesar Rp45.000 per hari atau Rp1,35 juta per bulan, nilai tersebut telah melampaui garis kemiskinan nasional. Artinya, angka Rp641.443 per bulan dinilai hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sekitar 13 hari, tanpa memperhitungkan biaya tempat tinggal, listrik, air, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Organisasi tersebut juga menilai persoalan kemiskinan bersifat struktural. Dari sisi kebijakan, garis kemiskinan dianggap terlalu rendah dan perlindungan sosial belum menjangkau seluruh kelompok rentan. Dari sisi ekonomi, upah pekerja disebut belum memenuhi standar hidup layak dan ketimpangan penguasaan aset masih tinggi. Selain itu, dominasi sektor informal membuat banyak pekerja tidak memiliki jaminan sosial memadai.

DPD GMNI DKI Jakarta juga menyoroti adanya kesenjangan antara kebutuhan hidup layak masyarakat dengan kebijakan yang tersedia. Program bantuan sosial, subsidi, serta besaran upah dinilai belum sebanding dengan tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Menurut organisasi tersebut, kondisi ini tidak sepenuhnya sejalan dengan amanat konstitusi dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya terkait hak atas penghidupan yang layak dan kewajiban negara memelihara fakir miskin.

DPD GMNI DKI Jakarta mendorong pemerintah meninjau ulang indikator kemiskinan nasional agar lebih mencerminkan kondisi riil masyarakat serta menjadi dasar kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.

“Ukuran kesejahteraan tidak boleh berhenti pada angka statistik. Negara harus memastikan rakyat benar-benar hidup layak dan bermartabat,” tegas Dendy.***


banner
NASIONAL
img
Jumat, 05 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menghadiri Upacara Penutupan Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN)
img
Jumat, 05 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 130 pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Dalam pelantikan yang berlangsung
img
Kamis, 04 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengingatkan masyarakat untuk memahami prosedur dan persyaratan pemecahan bidang tanah sebelum mengajukan permohonan ke Kantor Pertanahan. Layanan ini menjadi
img
Rabu, 03 Juni 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto diwakili oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyambut kedatangan Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim
img
Rabu, 03 Juni 2026
Singapura - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M. memimpin Delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada penyelenggaraan Sidang ke-22 TNI-Singapore Armed Forces Annual Staff Meeting
img
Rabu, 03 Juni 2026
Tangerang-Mediaindonesianews.com: Kehadiran layanan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Tangerang dinilai mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan pertanahan secara terintegrasi

MEDIA INDONESIA NEWS