bendera

Rabu, 04 November 2026    05:11 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Dituding Menyerah, Roy Suryo Cs Tegaskan Permintaan SP3 Bukan Akhir Perjuangan


Fathan,    17 Februari 2026,    13:26 WIB

Dituding Menyerah, Roy Suryo Cs Tegaskan Permintaan SP3 Bukan Akhir Perjuangan
istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Tim yang dipimpin oleh Roy Suryo membantah anggapan bahwa permintaan penghentian penyidikan (SP3) dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo merupakan bentuk menyerah. Dalam konferensi pers di Resto Larazetta, Tebet, Jakarta Selatan, mereka menegaskan langkah tersebut justru bagian dari strategi hukum.


Kuasa hukum tim, Refly Harun, menyatakan permohonan penghentian penyidikan diajukan karena pihaknya menilai terdapat cacat prosedur sejak awal proses hukum berjalan.

“Permintaan penghentian penyidikan bukan bentuk menyerah, melainkan karena proses hukum dinilai cacat sejak awal,” ujar Refly di hadapan awak media, Senin (16/2)

Pendapat serupa disampaikan mantan Wakapolri Oegroseno. Ia menilai penerapan restorative justice (RJ) yang disertai penerbitan SP3 terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis seharusnya berdampak pada terlapor lain dalam perkara yang sama. Menurutnya, jika suatu perkara telah dihentikan melalui SP3, maka secara prinsip hukum tidak dapat dilanjutkan terhadap pihak lain dengan pokok perkara identik.


Namun demikian, Oegroseno menegaskan bahwa penghentian perkara pencemaran nama baik melalui mekanisme restorative justice tidak serta-merta menghapus substansi polemik dugaan ijazah yang sebelumnya dipersoalkan.

Dalam kesempatan yang sama, Roy Suryo Cs juga kembali memaparkan temuan mereka mengenai lima spesimen ijazah yang diklaim berbeda satu sama lain. Mereka menyebut telah melihat dua versi terbaru dalam gelar perkara 15 Desember 2025, namun tidak diperkenankan mendokumentasikan dokumen tersebut.

Selain itu, tim juga menyoroti skripsi Jokowi saat menempuh studi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Roy Suryo mempertanyakan perbedaan tampilan fisik skripsi tahun 1985 dibandingkan dengan skripsi alumni lain pada periode yang sama, termasuk soal jenis kertas dan penulisan gelar mantan Dekan Fakultas Kehutanan, Achmad Soemitro.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Presiden maupun UGM terkait pernyataan terbaru Roy Suryo Cs tersebut.(FF)


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Pemberangkatan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA TA 2026 yang digelar di Lapangan Gelanggang Olahraga...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - TNI terus mengintensifkan pengiriman logistik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari  Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (3/11/2026). Pada hari ini, TNI...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian DPN membahas dinamika keamanan dan...
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...

MEDIA INDONESIA NEWS