bendera

Kamis, 03 September 2026    06:50 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Panglima TNI : Pengembangan Organisasi TNI Sesuai Kebutuhan Pemerintah


di maz,    04 Desember 2019,    16:30 WIB

Panglima TNI : Pengembangan Organisasi TNI Sesuai Kebutuhan Pemerintah

TNI – MediaIndonesiaNews : Dalam mewujudkan postur organisasi yang adaptif (mampu menyesuaikan keadaan), TNI telah melaksanakan pengembangan organisasi sesuai kebutuhan dan disesuaikan dengan Program Pemerintah.


Dibutuhkan organisasi TNI yang adaptif dan mampu bersinergi secara lebih erat dan lebih luas dengan berbagai komponen bangsa, seperti Polri, Lembaga-lembaga Pemerintah maupun non-Pemerintah, Lembaga Kemasyarakatan, serta organisasi-organisasi Kepemudaan.  

Demikian disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P.  saat menutup Pendidikan Reguler ke-46 Sesko TNI TA 2019, yang diikuti 152 Perwira Siswa terdiri dari TNI AD 67 orang, TNI AL 40 orang, TNI AU 26 orang, Polri 12 orang dan Siswa Mancanegara 7 orang, bertempat di Gedung Sarasan Sesko TNI, Bandung, Rabu (4/12/2019).

Visi pemerintah dalam lima tahun mendatang adalah meneruskan pembangunan infrastruktur, penyiapan sumber daya manusia, investasi seluas-luasnya, reformasi birokrasi, dan penggunaan APBN secara tepat. “Kelima poin tersebut sejatinya sangat berkelindan dengan pembangunan TNI,” kata Panglima TNI.


“Sesuai dengan 11 Program Prioritas yang saya tetapkan, TNI telah melaksanakan validasi organisasi yang dituangkan dalam Perpres No. 66 tahun 2019. Organisasi-organisasi Staf dan Komando mengalami pengembangan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) dibentuk untuk membagi tugas-tugas TNI berdasarkan ruang lingkup geografis. Kogabwilhan juga menjadi Komando gabungan permanen yang mengisi kekosongan dalam doktrin Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM),” jelasnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, seluruh dimensi terlibat dan harus diorkestrasi dengan baik supaya dapat bersinergi dan memperoleh keberhasilan yang tinggi.  “Saya yakin operasi-operasi yang bersifat multi dimensi tersebut akan semakin menjadi kebutuhan di masa mendatang, baik dalam konteks Operasi Militer Untuk Perang (OMP) ataupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP),” katanya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa dalam melaksanakan tugas-tugas negara, TNI maupun Lembaga atau organisasi lainnya tidak bekerja sendiri-sendiri. Saat ini kegiatan operasi yang bersifat multi dimensi menjadi hal sangat mengemuka.

“Dalam upaya mengatasi permasalahan, Negara tidak membebankan tugas pada satu instansi saja. Satu persoalan dapat melibatkan berbagai dimensi kelembagaan untuk dapat menjawab dan menuntaskan persoalan tersebut,” tutupnya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS