bendera

Kamis, 03 September 2026    06:52 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Bawa Misi Perdamaian Dunia, Santri RI Berdialog dengan Komunitas Muslim China


di maz,    02 Desember 2019,    22:26 WIB

Bawa Misi Perdamaian Dunia, Santri RI Berdialog dengan Komunitas Muslim China

Beijing – MediaIndonesiaNews : Sepuluh santri peserta 'Program Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia' yang digagas oleh Kemenlu dan Kemenag RI yang telah mengunjungi China Islamic Association (CIA) dan berdialog mengenai Islam di Cina dengan Sekjen CIA, Ma Zhongping (28/11).


Dalam paparannya, Zhongping mengatakan bahwa hubungan warga Muslim Cina dengan pemerintah Cina sangat baik. Bahkan, katanya, jumlah warga Muslim di China tidak bisa dibilang sedikit.

"Warga Muslim di Cina ada sekitar 23 juta dan tersebar di beberapa provinsi," tuturnya. Mereka, masih kata Zhongping, memiliki semacam madrasah Islam yang berjumlah sekitar 10 ribu. Mereka belajar di Madrasah Islam tersebut setelah sekolah di sekolah pemerintah.

"Di Cina, pendidikan umum dengan pendidikan agama dipisah. Mereka belajar di Madrasah Islam setelah belajar di sekolah umum,"ucapnya.


"Selama ini kami juga mengirim beberapa pemuda kami untuk belajar di Al-Azhar Mesir dan beberapa negara Timur Tengah," jawab Zhongping saat ditanya mengenai kemana saja tujuan mahasiswa Cina belajar. Selain itu, pihaknya juga mengirim para ulama muda dan imam masjid untuk belajar di Timur Tengah.

Pada pertemuan itu, China Islamic Association juga mendukung jika para pemuda Muslim Cina ingin belajar ke Indonesia khususnya di berbagai Pesantren di Indonesia. Hanya saja, disampaikan bahwa perbedaan bahasa masih menjadi kendala.

Islam sendiri, seperti dikatakan Zhongping, sudah masuk ke Cina sejak abad ke-6. Ia sendiri meyakini bahwa ada kemiripan antara bagaimana Islam masuk ke Cina dengan bagaimana Islam masuk ke Indonesia yaitu melalui perdagangan, perkawinan, akulturasi dan asimilasi. Namun intinya adalah Islam masuk dengan cara yang damai.

Dalam sesi diskusi, para santri juga menjelaskan mengenai pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam Indonesia yang mengajarkan Islam yang moderat serta berperan penting dalam perdamaian dunia. Disampaikan juga tujuan kegiatan ini adalah untuk mengubah stigma sebagian masyarakat dunia terhadap pesantren yang sering dianggap sumber radikalisme.

Sekjen CIA mengapresiasi program yang diusung Kemenlu dan Kemenag RI ini. Menurutnya, program ini sangat positif.

"Kalau memiliki banyak waktu, kalian bisa mengunjungi masjid-masjid dan komunitas-komunitas Muslim yang ada di Cina," pungkasnya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS