bendera

Kamis, 03 September 2026    06:04 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Menteri KKP Targetkan Indonesia Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar di Dunia


di maz,    30 November 2019,    11:06 WIB

Menteri KKP Targetkan Indonesia Jadi Eksportir Ikan Hias Terbesar di Dunia

Tangerang - MediaIndonesiaNews : Potensi ikan hias air tawar Indonesia belum tertandingi di dunia, dengan sekitar 1.300 spesies yang dimilikinya, namun saat ini baru terdapat 90 spesies atau 7% dari keseluruhan potensi ikan hias air tawar yang sudah dibudidayakan.


Mahalnya transportasi pengiriman ikan hias, kendala regulasi, berkurangnya ketersediaan ikan hias di alam, dan terbatasnya ketersediaan induk unggul menjadi sejumlah isu utama yang dihadapi oleh para pelaku usaha saat ini.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan pameran ikan hias terbesar di dunia, “Nusantara Aquatic (Nusatic) 2019”, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, yang terbuka untuk umum selama 29 November 2019 – 1 Desember 2019, yang dibuka langsung oleh menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Jumat (29/11).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar; Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo; Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebijakto; Asisten Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Suparman; Ketua Penyelenggara Nusatic, Sugiarto; Ketua Yayasan Trubus, Bambang; Direktur Sinarmas; dan Duta Besar sejumlah negara mitra seperti Tunisia, Mozambik, Yaman, Korea Utara, dan Suriname.


Penyelenggaraan Nusatic 2019 sebagai pameran ikan hias terbesar di dunia menjadi salah satu trigger untuk mendorong promosi ikan Indonesia di pasar domestik maupun pasar ekspor. “Saya pikir ini penting ya untuk membangkitkan industri perikanan budidaya, khususnya ikan hias,” kata Menteri Edhy.

Menurutnya, ikan hias merupakan komoditi perikanan yang tepat untuk dibudidayakan, tidak memerlukan wilayah yang begitu luas, biaya yang diperlukan pun tak begitu besar, dan pasar ikan hias masih terbuka lebar untuk permintaan domestik maupun ekspor.

“Budidaya ikan hias bisa menambah nilai ekonomi secara lebih cepat. Dari segi hitungan, kalau budidaya ikan hias ini laku di pasaran hasilnya akan lebih besar,” tutur Menteri Edhy.

Menteri Edhy menyatakan bahwa KKP akan merangkul seluruh stakeholder budidaya ikan hias, komunikasi dua arah dengan stakeholder akan terus dibangun ke depannya, dan Pemerintah juga akan menyederhanakan regulasi-regulasi terkait yang menjadi kendala selama ini.

“Kami harapkan komunikasi ini tidak berhenti sampai seremonial ini saja. Harus terus berlanjut sampai di lapangan. Kita cari solusi untuk masalahnya, termasuk regulasinya, soal aturan-aturannya, dan juga fasilitas yang dibutuhkan,” jelasnya.

Ia pun berjanji akan melakukan terobosan-terobosan untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan yang selama ini dihadapi oleh para pelaku usaha yaitu mahalnya biaya angkut dan kendala regulasi.

“Tadi ada saya sebutkan yang salah satu paling mahal bagi mereka adalah ongkos mengangkut barangnya. Tidak hanya itu, izin-izin pemindahan juga masih ada keluhan. Misalnya, ada yang melaporkan kalau pindah barang dari Sumatera ke sini mahal dan waktunya lama. Ini akan segera kita terobos,” tegas Menteri Edhy.

Selain itu, ia menyebut bahwa KKP akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk bersama-sama mencari jalan keluarnya.

“Kami, pemerintah akan hadir untuk segera melakukan terobosan-terobosan dalam mengurangi hambatan-hambatan yang mengurangi ekonomi biaya tinggi,” kata Menteri Edhy.

Sebagai informasi, pada tahun 2018, Indonesia mengekspor 257.862.207 ekor ikan hias air tawar yang terdiri dari ikan botia, arwana, discus, cupang, dan tiger fish,  ikan hias air laut terdiri dari udang hias, angel fish, bintang laut, dan invertebrata hias ke Jepang, Singapura, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris .


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS