bendera

Kamis, 03 September 2026    04:21 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Menhub InstruksiKan Dirjen Hubla Usut Penyebab Tenggelamnya KM Mitra Sejahtera IX


di maz,    25 November 2019,    16:50 WIB

Menhub InstruksiKan Dirjen Hubla Usut Penyebab Tenggelamnya KM Mitra Sejahtera IX

Jakarta – MINews : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menginstruksikan Dirjen Perhubungan Laut untuk mengusut penyebab tenggelamnya Kapal bermuatan Kontainer KM. Mitra Sejahtera IX yang dilaporkan tenggelam pada Sabtu (23/11), sekitar pukul 07.00 WIT pagi hari.


“Saya prihatin atas terjadinya peristiwa ini dan Saya telah instruksikan Dirjen Hubla untuk mengusut penyebab tenggelamnya kapal tersebut,” jelas Menhub dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Selain minta penyebab tenggelamnya kapal diusut, Budi juga meminta Dirjen Hubla mengoreksi dan mengimbau seluruh stakeholder untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam melakukan pelayaran agar kejadian serupa tak terulang.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, kapal berbendera Indonesia yang dimiliki PT. Samudra Raya Indo Lines berbobot 2285 GT tersebut, berisi 15 awak kapal termasuk Nakhoda kapal bernama Ido Samudro dan membawa 147 kontainer.


Diketahui kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada 20 November 2019 pukul 17.05 WIB untuk menuju Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara.

Namun pada 23 November 2019, dilaporkan kapal tersebut tenggelam di titik koordinat lintang bujur 05⁰56’50”. S/118⁰34’00” E.

Sesaat sebelum tenggelam, awak kapal KM. Mitra Sejahtera IX sempat meminta pertolongan melalui panggilan radio komunikasi.

Panggilan tersebut berhasil diterima oleh awak kapal dari tiga kapal yaitu : kapal KM Sinar Harapan 78, KM. Mentari Nusantara, dan KM. Mutiara Indah dan berhasil mengevakuasi 15 awak kapal termasuk nakhoda KM. Mitra Sejahtera yang terapung di laut menggunakan life jacket.

Menhub menyampaikan apresiasi kepada awak kapal dari ketiga kapal yang telah melakukan evakuasi terhadap seluruh awak kapal dengan selamat.

Kapal KM. Mitra Sejahtera akhirnya tenggelam dan hanya tersisa kontainer-kontainer yang terapung di lautan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan ke 15 awak kapal sudah di serahkan ke Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar untuk kemudian dilakukan pemeriksaan medis oleh tim kantor kesehatan pelabuhan Makassar.

Seluruh awak kapal diistirahatkan di hotel terdekat untuk menunggu proses selanjutnya.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS