bendera

Senin, 22 Juni 2026    11:44 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

NASIONAL
 


Bertutur Melalui Cerita Jadi Cara Efektif Sampaikan Pesan Kebinekaan


rfd-ips,    16 April 2023,    03:48 WIB

Bertutur Melalui Cerita Jadi Cara Efektif Sampaikan Pesan Kebinekaan
Bertutur Melalui Cerita Jadi Cara Efektif Sampaikan Pesan Kebinekaan

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Salah satu media komunikasi yang dinilai cukup efektif untuk membantu siswa dalam belajar adalah dengan bertutur melalui cerita. Terlebih, di era teknologi digital, bertutur melalui cerita semakin mudah dilakukan diantaranya lewat media sosial yang dapat diakses oleh khalayak luas. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Rusprita Putri Utami, saat membuka webinar penguatan karakter Forum Belajar Kebinekaan dengan tema “Bertutur Melalui Cerita Untuk Generasi Merdeka Beragam Setara” yang digelar secara virtual, Sabtu (15/4).


“bertutur melalui cerita dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menyenangkan, interaktif, dan bermakna bagi siswa dan dengan memadukan bertutur melalui cerita dalam pendidikan, siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran dan memperoleh pemahaman yang lebih tentang konsep dan nilai yang diajarkan. Sehingga dengan demikian, metode ini bisa jauh lebih efektif,” katanya

Lebih lanjut Rusprita menjelaskan bahwa salah satu konsep dan nilai yang perlu diajarkan adalah tentang kebinekaan atau keragaman. Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan negara majemuk dengan beragam suku bangsa, budaya, serta perbedaan nilai-nilai kedaerahan yang harus dipahami dan dimaknai setiap individu di Tanah Air. Dalam hal ini Puspeka selain mengemban mandat untuk terus mendorong terwujudnya Profil Pelajar Pancasila, pencegahan tiga dosa besar pendidikan yang meliputi kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi, juga untuk membangun iklim inklusivitas dan kebinekaan pada ekosistem pendidikan.

“Tentu bukan sesuatu yang mudah bagi kita untuk membangun iklim kebinekaan di satuan pendidikan. Perlu kolaborasi dan kerja sama serta metode yang tepat agar peserta didik mudah memahami dan mempelajari tentang kebinekaan dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.


Manfaatkan Media Dan Cerita

Dalam kesempatan yang sama, insan kreator sekaligus pegiat pendidikan, Chiki Fawzi, mengungkapkan bahwa bertutur melalui cerita bukan hanya efektif untuk anak-anak. Para guru dan tenaga pendidik juga dapat menerapkan metode bercerita untuk dapat saling memberikan inspirasi dan berbagi tentang kebinekaan.

“bertutur melalui cerita juga harus memanfaatkan media dan cerita yang relevan. Semisal, para guru dapat bercerita kepada siswa menggunakan media gambar atau sambil berdendang untuk menyebarluaskan pesan kebinekaan.” Jelas Chiki.

Selain itu, lanjut Chiki bahwa bertutur melalui cerita atau story telling bukan hanya untuk anak-anak saja, tetapi juga berbagai umur. Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah media dan relevansi cerita.

“Kalau audiensinya anak-anak, kita bisa pakai  boneka sambil mendongeng, yang penting pesannya tersampaikan,” ucap Chiki yang juga seorang relawan dan aktivis pendidikan di Kelas Inspirasi.

Hal senada pun juga disampaikan Siti Nurjanah, Guru SMP Negeri 2 Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa salah satu metode mengenalkan kebinekaan kepada para siswanya ialah dengan melakukan unjuk performa nusantara dan melalui Festival Film Pendek. Dikatakan Nurjanah, dalam unjuk performa nusantara, para siswa diajak untuk bertutur, bercerita tentang keragaman nusantara agar mengenal dan mampu melestarikan keragaman nusantara mulai dari makanan dan minuman tradisional, seni tari, serta mampu mengimplementasikan keragaman bahasa.

“Untuk film pendek, harapannya mereka mampu mencintai dan melestarikan bahasa kelahiran mereka guna melestarikan kearifan lokal dan meningkatkan keterampilan abad 21 yaitu kreatif, berpikir kritis, kolaboratif, dan komunikatif,” paparnya.

Sementara itu, Cicilia Ana Mukti R, Guru Paud YPJ Kuala Kencana Timika, Papua Tengah, mengaku senantiasa mengajak para siswa untuk bercerita dengan cara yang menyenangkan. Salah satunya, yaitu dengan membuat lingkaran konsentrik berisi cerita anak-anak tentang Papua, dunia, dan diri mereka sendiri.

“Kita (para guru) juga memotivasi anak dengan bercerita, membiasakan cerita setiap hari dengan membuka sudut cerita atau membuat area cerita yang menarik bagi anak-anak. Kita membuat tenda, ada bantal-bantalnya, ada puppet-nya, anak-anak senang sekali ketika mereka bercerita dan mengekspresikan ceritanya dengan bahasa-bahasa mereka,” pungkas Cicilia. (**)


banner
NASIONAL
img
Senin, 22 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan mendorong penguatan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai landasan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang
img
Senin, 22 Juni 2026
Bangka – Tim Gabungan Satlap Tri Cakti, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Pusintelmar, Tim Intel Korem 045/Garuda Jaya (GY), Lanal Babel, dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) kembali
img
Senin, 22 Juni 2026
Bogor-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian sungai. Menurutnya, upaya memuliakan sungai
img
Minggu, 21 Juni 2026
PBTI – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M. menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat kepada tim Pelatnas Taekwondo Indonesia yang telah meraih medali
img
Minggu, 21 Juni 2026
Bangka – Tim Gabungan Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti, Satgasus Satintelmar Pusintelal, dan Pos Air Kantung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 6 ton bijih timah ilegal di kawasan Air Kantung,
img
Jumat, 19 Juni 2026
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Pernyataan pihak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar yang sempat menyebut kedatangan aparat ke kantornya dilakukan oleh tim Inspektorat berbanding terbalik dengan konfirmasi resmi Komisi Pemberantasan Korupsi

MEDIA INDONESIA NEWS