Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Depok-Mediaindonesianews.com: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau kesiapan Puskesmas dalam pemberian vaksin Covid-19 di kota Depok. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Tapos, Kecamatan Tapos, Depok menjadi tempat simulasi pemberian vaksin tersebut.
"Kami ingin tahu jumlah Puskesmas di Depok dan Jawa Barat ini cukup atau tidak saat pemberian vaksin nanti, kalau tidak cukup gedung serbaguna disulap menjadi tempat vaksin. Tadi kami melakukan simulasi karena, kami ingin tau apakah jumlah puskesmas di Kota Depok maupun Provinsi Jawa Barat ini cukup atau tidak untuk melakukan vaksinasi,” kata Ridwan Kamil usai pengecekan simulasi vaksin di Puskesmas Tapos, Kamis (22/10),
Tingginya kasus Covid-19 di Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) menjadi alasan Ridwan Kamil memprioritaskan Kota Depok sebagai Kota pertama yang menerima vaksin itu.
Seperti disampaikannya, Kota Depok diajukan agar menjadi Kota pertama di Indonesia yang menerima vaksin dari dua tahap tersebut yakni, import langsung maupun produksi dalam negeri di Kota Bandung, melalui Bio Farma.
Nantinya proses vaksinasi akan dimulai dari cuci tangan, pengecekan administrasi surat, pemeriksaan kesehatan, dan penyuntikan. Usai disuntik, warga yang divaksin diminta menunggu 30 menit guna mengetahui reaksi langsung.
Dari simulasi tersebut sudah terbayang ribetnya proses vaksinasi. Selain itu, apabila tenaga kesehatan yang menyuntikkan tidak mencukupi, Pemprov Jabar akan membuka relawan yang sesuai dengan kriteria untuk menjadi tim penyuntikan dan tim panitia.
Menurut rencana pemeritah, November 2020 sudah dimulai vaksinasi dengan menggunakan vaksin ready to use dari China. Pemvaksinan ini setelah BPOM selaku regulator mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). Tenaga kesehatan mendapat prioritas nomor satu untuk divaksin. (Ina)