Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Depok – mediaindonesianews.com: Dua pasangan akan bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok 2020, kedua pasangan calon tersebut adalah Walikota Pradi Supriatna dan Wakil Walikota Afifah Alia yang mendapatkan nomor urut 1 dan pasangan calon Walikota Mohammad Idris dan Wakilnya Imam Budi Hartono yang mendapat nomor urut 2.
Kepada media Imam Budi Hartono yang berpendidikan insinyur siap membawa aspirasi masyarakat Depok lebih baik jika terpilih nanti dan akan memberikan solusi kongkrit.
“Di level nasional ada Insinyur Joko Widodo sebagai Presiden RI dan Insinyur Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat, maka di Depok mungkin perlu insinyur untuk memimpin.” ujar alumni FTUI
Imam menilai saat ini birokrasi Pemkot Depok sudah baik dilanjutkan, tapi ada yang belum dan akan dilakukan dengan meningkatkan insentif kepada RT/RW karena mereka garda terdepan pelayanan warga, sehingga support menjadi lebih kuat,.
“soal birokrasi yang auto pilot, masyarakat merasakan berbeda, transparansi roda pemerintahan sudah berjalan dari tingkat kota hingga RT/RW,” kata Imam.
Lebih lanjut Iman menjelaskan bahwa, survei kepuasan warga terhadap pelayanan Pemkot ternyata sebagian besar menyatakan puas.
“Untuk ukuran kinerja yang dipakai harus jelas, jangan hanya baper, masyarakat juga tidak hanya melihat afiliasi parpol, tapi sosok yang berpengalaman, relijius dan kami berusaha memenuhi tuntutan itu,” jelasnya.
Terkait dengan program yang ditawarkan, pasangan nomor urut 2 tersebut akan meningkatkan dua kali lipat dan mendorong munculnya pengusaha lokal.
“selama ini kelurahan sudah diberikan dana sebesar Rp 2 miliar, jadi akan ditingkatkan lebih dari 2 kali lipat. Tentu saja hal itu sebagai drive/pendorong agar SDM kelurahan lebih baik bekerjanya dan infrastruktur pubik lebih lengkap. Kita juga mendorong munculnya 5.000 pengusaha lokal dan 2.000 perempuan pengusaha sebagai pelaku dalam pertumbuhan ekonomi. ”ungkapnya
Imam menjelaskan lebih detail, diawali dengan kebijakan di masa pandemik Covid-19, harus merespon tiga masalah utama (3P), yakni pengangguran akibat PHK, sehingga dibuka lapangan kerja yang sesuai dengan protokol kesehatan, lalu ketahanan pangan keluarga, agar tidak ada yang kelaparan di saat pandemi. Kemudian pendidikan diintensifkan dengan menyediakan layanan internet gratis sampai tingkat RT/RW dan transportasi.
“Tentu harus dikawal guru/pembimbing agar penggunaan internet sesuai dengan keperluan positif dan untuk transportasi alternatif tol yang akan mengurangi kemacetan di Margonda, misal di Sawangan itu memunculkan daerah ekonomi baru. Tapi, memang harus dipikirkan dampak yang lebih luas. Alhamdulillah sekarang, jalan-jalan di Depok sudah bagus dibetonisasi, bahkan sampai gang-gang juga diperbaiki,” pungkas mantan ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat. (Ina)