bendera

Selasa, 03 November 2026    05:43 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


20 Penyu Hijau Korban Dugaan Penyelundupan Dilepasliarkan di Pesisir Serangan Bali


JroBudi,    22 Oktober 2026,    17:50 WIB

20 Penyu Hijau Korban Dugaan Penyelundupan Dilepasliarkan di Pesisir Serangan Bali
Istimewa

Denpasar-Mediaindonesianews.com: Sebanyak 20 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang diselamatkan dari dugaan penyelundupan dan perdagangan ilegal satwa liar dilepasliarkan ke laut di pesisir Pulau Serangan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar, pada 13 Oktober 2026.


20 Penyu Hijau Korban Dugaan Penyelundupan Dilepasliarkan di Pesisir Serangan Bali

Pelepasliaran tersebut dilakukan setelah 22 ekor penyu ditemukan dalam sebuah kapal bernama Monster berwarna biru di perairan Serangan. Dari jumlah itu, 20 ekor dinyatakan layak kembali ke habitatnya, sedangkan dua lainnya masih menjalani perawatan medis.

Penyelamatan bermula dari laporan masyarakat kepada Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali mengenai dugaan pengangkutan dan perdagangan satwa liar di kawasan tersebut.

Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Bali, AKBP I Gusti Agung Purnama Wirahadi, mengatakan pihaknya kemudian melakukan pengecekan berdasarkan informasi yang diterima.


“Awalnya tim kami dari Intelair Subdit Gakkum Polairud Polda Bali mendapat informasi dari masyarakat bahwa di pantai Serangan ada pengangkutan dan memperdagangkan satwa liar, dan dilakukan pengecekan dan itu ternyata benar dan dicek ada kapal yang bernama ‘Monster’ warna biru dan di dalamnya ada 22 ekor penyu,” ujarnya.

Setelah ditemukan, seluruh penyu dievakuasi ke Turtle Conservation and Education Center (TCEC) untuk menjalani observasi dan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan bersama tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud).

Dua Penyu Masih Jalani Perawatan

Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tidak seluruh penyu dapat langsung dilepasliarkan. Sebanyak 20 ekor dinyatakan memenuhi kondisi untuk kembali ke habitatnya, sedangkan dua ekor lainnya membutuhkan penanganan lanjutan.

Prayoga Hario Widodo, mahasiswa semester tujuh FKH Unud yang tergabung dalam kelompok Turtle Guard, menjelaskan satu penyu mengalami prolaps pada bagian anus, sementara penyu lainnya memiliki tumor pada mata.

“Totalnya itu ada 22 penyu dan saat ini yang layak buat dilepas ada 20 ekor. Yang dua lagi karena dia satu ada prolapse di anusnya, yang satunya lagi dia ada tumor di matanya. Jadi kita treatment dulu baru nanti kalau emang udah sembuh kita mungkin lepaskan,” kata Prayoga.

Ia menyebut keterlibatan mahasiswa dalam proses pemeriksaan dan pelepasliaran menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam penanganan satwa liar bersama aparat, pemerintah, dan lembaga konservasi.

Penyu Termasuk Satwa Dilindungi Penuh

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Getreda Melsina Hehanussa, menegaskan bahwa penyu merupakan satwa yang mendapat perlindungan hukum.

Ia merujuk Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 tentang jenis ikan yang dilindungi. Secara internasional, penyu juga tercantum dalam Appendix I, yang mengatur perlindungan ketat terhadap spesies terkait perdagangan internasional.

Menurut Getreda, pesisir Serangan selama ini telah dimanfaatkan sebagai lokasi pelepasliaran penyu hasil sitaan maupun tukik yang perlu dikembalikan ke habitatnya.

Ia menilai kawasan pesisir tersebut mendukung kegiatan konservasi, termasuk karena karakteristiknya sebagai pantai peneluran penyu.

Sementara itu, AKBP I Gusti Agung Purnama Wirahadi menilai kondisi pesisir Serangan cukup mendukung pelepasliaran karena relatif bersih dan jauh dari sumber polusi.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Konservasi

Kegiatan pelepasliaran ini melibatkan Ditpolairud Polda Bali, Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar KKP, TCEC, World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, Turtle Guard FKH Unud, serta PT Bali Turtle Island Development (BTID), pengelola KEK Kura Kura Bali.

Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, mengatakan pihaknya mendukung kegiatan konservasi dengan menjaga kondisi pesisir agar tetap aman dan layak digunakan untuk pelepasliaran satwa.

“Keberhasilan pelepasliaran hari ini sepenuhnya adalah hasil kerja keras dan sinergi Ditpolairud, KKP, TCEC, dan teman-teman mahasiswa. Sebagai pengelola kawasan, peran kami adalah memastikan pesisir Serangan di KEK Kura Kura Bali ini tetap aman, bersih, dan ideal kapan pun dibutuhkan sebagai titik pelepasan,” ujar Zefri.

Pelepasliaran 20 penyu hijau tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan satwa yang diselamatkan dari dugaan perdagangan ilegal. Penanganan dua penyu yang masih sakit akan dilanjutkan sebelum kondisi keduanya dinilai memungkinkan untuk dilepasliarkan.

Kolaborasi aparat penegak hukum, pemerintah, akademisi, lembaga konservasi, dan pengelola kawasan diharapkan memperkuat perlindungan satwa laut serta menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Bali. (JB)


banner
NASIONAL
img
Senin, 02 November 2026
Sentul - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Markas Komando (Mako) Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/11/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Pa Sahli Tk. III Bidang Manajemen Penanggulangan Bencana Panglima TNI, Laksda TNI Donny Suharto, S.H., M.Tr.Opsla, memberikan pembekalan secara daring kepada 1.311 personel penyuluh dari Pasis Sesko TNI,...
img
Senin, 02 November 2026
Jakarta - Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI Letjen TNI Bambang Trisnohadi memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI dari Mayjen TNI Suhardi kepada Mayjen TNI...
img
Senin, 02 November 2026
Afrika - Tim Patroli Temporary Operating Base (TOB) Tchabi Satgas Indonesia Rapid Deployable Battalion (Indo RDB) XXXIX-H MONUSCO yang dipimpin Komandan Kompi (Danki) Mayor Inf Wira Wijaya, melaksanakan patroli sekaligus...
img
Senin, 02 November 2026
Kalsel - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan tiga pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai sebanyak 9,3 ton bahan modifikasi cuaca berupa garam...
img
Senin, 02 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...

MEDIA INDONESIA NEWS