bendera

Kamis, 03 September 2026    03:25 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Pantau Dari Langit, Lanud Sjamsudin Noor Dukung Patroli Udara Helikopter Caracal TNI AU Dalam Penanganan Karhutla di Kasel


Badarudin,    27 Agustus 2026,    21:44 WIB

Pantau Dari Langit, Lanud Sjamsudin Noor Dukung Patroli Udara Helikopter Caracal TNI AU Dalam Penanganan Karhutla di Kasel
Pantau Dari Langit, Lanud Sjamsudin Noor Dukung Patroli Udara Helikopter Caracal TNI AU Dalam Penanganan Karhutla di Kasel

Banjarbaru – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan terus diantisipasi dengan memperkuat pengawasan dari udara. Lanud Sjamsudin Noor selaku Satgas Udara Karhutla Kalimantan Selatan memberikan dukungan operasi penerbangan bagi Helikopter Caracal TNI Angkatan Udara dari Skadron Udara 8 Wing Udara 2.1 Grup 2 Heli yang melaksanakan patroli udara di sejumlah wilayah rawan Karhutla di Kalimantan Selatan, Kamis (27/08/2026).


Keberadaan helikopter Caracal menjadi kekuatan tambahan dalam operasi penanggulangan Karhutla. Dengan kemampuan menjangkau wilayah secara cepat dan luas, patroli udara dilaksanakan untuk memantau kondisi kawasan rawan, mendeteksi potensi titik api, sekaligus memberikan gambaran situasi terkini bagi unsur yang bertugas di darat.

Dukungan dari udara menjadi semakin penting mengingat sejumlah titik rawan berada di kawasan dengan medan dan akses yang sulit dijangkau kendaraan darat. Melalui patroli udara, indikasi kebakaran dapat dipantau lebih awal sehingga langkah penanganan dapat segera dikoordinasikan sebelum api berkembang dan meluas.

Selain menjalankan patroli, helikopter Caracal juga disiapkan sebagai bagian dari kekuatan pemadaman dari udara. Kemampuan mobilitas dan daya angkutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung penanganan titik api yang sulit dijangkau tim pemadam di darat, terutama pada kawasan yang memiliki keterbatasan akses.


Lanud Sjamsudin Noor terus memastikan dukungan terhadap operasi udara berjalan optimal, mulai dari kesiapan penerbangan hingga koordinasi dengan unsur terkait. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AU untuk hadir dan bergerak cepat dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

Operasi penanggulangan Karhutla membutuhkan kesiapan tanpa henti. Dengan kekuatan personel di darat yang diperkuat patroli dan dukungan dari udara, upaya pencegahan, pemantauan, hingga pemadaman terus dilakukan secara berkesinambungan. Dari darat dan udara, TNI AU terus bergerak tanpa mengenal lelah. Satu tujuan utama: mencegah api meluas, melindungi masyarakat, dan menjaga Kalimantan Selatan dari ancaman Karhutla. (Pen Lanud Sjamsudin Noor)

 


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS