bendera

Kamis, 03 September 2026    09:15 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Delapan OPM Kodap XV/NK Memilih Jalan Damai, Kiwirok Menorehkan Harapan Baru untuk Masa Depan Papua


Badarudin,    12 Juni 2026,    21:13 WIB

Delapan OPM Kodap XV/NK Memilih Jalan Damai, Kiwirok Menorehkan Harapan Baru untuk Masa Depan Papua
Delapan OPM Kodap XV/NK Memilih Jalan Damai, Kiwirok Menorehkan Harapan Baru untuk Masa Depan Papua

Pegunungan Bintang - Sebuah momen penuh makna dan harapan terukir di Lapangan Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, ketika delapan anggota TPNPB-OPM Kodap XV/NK secara sukarela menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (10/6/2026). Peristiwa ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan simbol lahirnya tekad baru untuk meninggalkan konflik dan bersama-sama membangun masa depan yang damai.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur TNI, pemerintah distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pendeta, serta ratusan warga masyarakat Kiwirok yang berasal dari dua belas kampung yang tersebar, menyambut momentum tersebut dengan penuh harapan. Suasana khidmat terasa sejak lagu Indonesia Raya dikumandangkan bersama, menjadi pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam membangun Papua yang lebih sejahtera.

Dalam sambutannya, Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., mengungkapkan rasa syukur karena dapat kembali menginjakkan kaki di Kiwirok dan menyaksikan perubahan positif yang terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia mengenang perjalanan panjang daerah tersebut dan menegaskan bahwa masa depan Papua tidak dibangun dengan permusuhan, melainkan melalui persaudaraan, dialog, dan kerja sama.

"Kita semua memiliki harapan yang sama, yaitu anak-anak dapat bersekolah dengan tenang, masyarakat dapat berkebun dan berdagang dengan aman, serta kampung-kampung berkembang menjadi tempat yang membawa kesejahteraan bagi seluruh warganya. Mari kita bergandengan tangan membangun Papua bersama-sama. Kita semua TNI siap mendampingi Masyarakat mewujudkan papua yang damai dan sejahtera," pesannya.


Dengan pendekatan yang humanis, Brigjen TNI Riyanto juga mengajak saudara-saudara yang hingga kini masih berada di hutan agar tidak ragu kembali kepada keluarga dan masyarakat. Menurutnya, pintu perdamaian selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin meninggalkan konflik dan ikut serta membangun kampung halamannya.

Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga keamanan sehingga masyarakat kini dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang. Ia menegaskan bahwa pemerintah distrik bersama masyarakat akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan di Kiwirok beserta 12 kampung di wilayahnya.

Puncak kegiatan berlangsung ketika delapan anggota TPNPB-OPM secara sukarela menyerahkan Bendera Bintang Kejora, menandatangani naskah ikrar, membacakan pernyataan kesetiaan kepada NKRI, mencium Sang Merah Putih, serta menyerahkan senjata yang mereka miliki. Tindakan tersebut menjadi simbol keberanian untuk menutup lembaran lama dan memilih jalan damai sebagai masa depan yang lebih bermartabat.

Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut. Bagi masyarakat Kiwirok, peristiwa ini bukan hanya tentang kembalinya delapan orang ke pangkuan bangsa, tetapi juga tentang lahirnya harapan baru bahwa perdamaian dapat diwujudkan melalui pendekatan kemanusiaan, saling menghormati, dan kepercayaan.

Setelah ikrar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial, pelayanan kesehatan, ramah tamah, serta makan bersama antara Wapangkoops TNI Habema dan masyarakat dilapangan. Momen sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa kedekatan antara aparat dan warga dapat menjadi jembatan untuk membangun rasa saling percaya yang selama ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan stabilitas.

Peristiwa di Kiwirok menunjukkan bahwa perdamaian sejatinya tidak hanya diukur dari berhentinya konflik, tetapi dari hadirnya keberanian untuk saling memaafkan, membuka ruang dialog, dan bersama-sama menata masa depan. Ketika masyarakat dapat hidup dengan aman, anak-anak dapat belajar tanpa rasa takut, pelayanan kesehatan berjalan, dan pembangunan terus bergerak, maka harapan akan Papua yang damai dan sejahtera bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang sedang dibangun bersama. (Pen Koops TNI Habema)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Baturaja - Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2026 tidak hanya berfokus pada latihan taktis dan tempur multinasional, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian sosial dan
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera

MEDIA INDONESIA NEWS