bendera

Rabu, 04 November 2026    00:24 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Akademisi UIN Ar-Raniry Soroti Polemik MAA, Tekankan Objektivitas dan Kepastian Administratif


Fathan,    02 Mei 2026,    22:58 WIB

Akademisi UIN Ar-Raniry Soroti Polemik MAA, Tekankan Objektivitas dan Kepastian Administratif
istimewa

Banda Aceh-Mediaindonesianews.com: Polemik pasca pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Majelis Adat Aceh (MAA) 2026 terus menjadi perhatian publik. Menanggapi dinamika tersebut, Dosen Hukum UIN Ar-Raniry, Badri Hasan Sulaiman, menilai perdebatan terkait legalitas kepemimpinan di lembaga adat merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi dan dinamika organisasi.


Menurutnya, perbedaan pandangan harus disikapi secara objektif, berbasis data empiris, serta tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal Aceh tanpa terjebak pada kepentingan sektoral.

“Perdebatan seperti ini adalah bagian dari mekanisme kontrol dalam demokrasi. Namun marwah adat Aceh harus ditempatkan di atas kepentingan parsial. Isu mengenai status profesor atau ASN dalam struktur MAA bukan sekadar sentimen pribadi, tetapi menyangkut kepastian fungsi dan administrasi,” ujarnya, Jumat (1/5).

Badri menegaskan, kepastian administratif menjadi penting agar program kerja MAA tidak terganggu oleh potensi gugatan hukum di kemudian hari. Ia juga mengapresiasi langkah klarifikasi yang telah disampaikan Badan Kepegawaian Negara Regional XIII pada 28 April 2026.


Menurutnya, pernyataan BKN tersebut memberikan landasan hukum yang kuat, terutama terkait kesesuaian proses pemilihan dengan norma manajemen aparatur sipil negara serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006.

“Ketika BKN telah menyatakan proses tersebut selaras dengan UUPA dan aturan manajemen ASN, maka polemik rangkap jabatan seharusnya dapat diredam. Kita perlu menghormati otoritas lembaga yang berwenang,” tambahnya.

Dalam upaya mendorong stabilitas kelembagaan, Badri menawarkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya, rekonsiliasi antar pemangku adat melalui dialog persuasif guna memperkuat legitimasi hasil Mubes, peningkatan transparansi administratif, serta keterbukaan informasi hasil koordinasi antara MAA, BKN, dan Pemerintah Aceh.

Selain itu, ia juga mendorong agar kepengurusan MAA ke depan mulai fokus pada agenda strategis, seperti digitalisasi khazanah adat sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman.

“MAA adalah pilar penting dalam menjaga identitas dan kebudayaan Aceh secara otonom dan independen. Seluruh pihak perlu menahan diri dan mengedepankan kepentingan bersama. Energi kolektif seharusnya diarahkan untuk memperkuat peran adat di tengah modernisasi, bukan terjebak polemik berkepanjangan,” pungkasnya. (FF)


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Pemberangkatan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA TA 2026 yang digelar di Lapangan Gelanggang Olahraga...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - TNI terus mengintensifkan pengiriman logistik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari  Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (3/11/2026). Pada hari ini, TNI...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian DPN membahas dinamika keamanan dan...
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...

MEDIA INDONESIA NEWS