bendera

Rabu, 04 November 2026    06:50 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Fenomena Musim Hujan, Warga Srimartani Berburu Jamur Liar Bernilai Ekonomi


WIT,    29 Januari 2026,    12:52 WIB

Fenomena Musim Hujan, Warga Srimartani Berburu Jamur Liar Bernilai Ekonomi
Istimewa

Bantul-Mediaindonesianews.com: Intensitas hujan yang tinggi selama musim penghujan menyebabkan struktur tanah menjadi lembap dan memicu tumbuh suburnya jamur liar di sejumlah wilayah. Fenomena musiman ini terjadi di wilayah Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dimanfaatkan masyarakat untuk berburu jamur konsumsi.


Jamur liar yang tumbuh alami di tanah lembap maupun di sekitar akar tanaman ini hanya dapat ditemukan pada musim hujan, sehingga keberadaannya sangat dinantikan warga. Beberapa jenis jamur yang diburu masyarakat antara lain jamur bulan (Gymnopus sp.) dan jamur trucuk, yang dikenal memiliki cita rasa lezat serta nilai gizi tinggi.

Jamur bulan kerap ditemukan di tanah lembap dan di sekitar perakaran tanaman. Jamur ini digemari karena teksturnya yang menyerupai daging. Sementara itu, jamur trucuk—yang juga dikenal sebagai jamur barat atau cendawan busut—dinilai memiliki kandungan protein, serat, vitamin, dan mineral yang cukup tinggi, meski keberadaannya sulit diprediksi dan tidak dapat dibudidayakan secara massal.

Aktivitas berburu jamur umumnya dilakukan warga sejak pagi hari, bahkan sebagian memulainya pada dini hari. Namun, masyarakat tetap diimbau berhati-hati dan memastikan jenis jamur yang diambil aman untuk dikonsumsi, mengingat adanya jamur liar beracun yang tumbuh di musim yang sama.


Salah satu warga Srimartani, Mas Ulin (26), mengaku rutin berburu jamur liar untuk dijual. Ia mengatakan, permintaan jamur biasanya sudah datang sebelum dirinya turun ke lokasi pencarian.

“Biasanya sebelum berburu sudah ada yang pesan untuk konsumsi,” ujarnya.

Menurutnya, harga jamur trucuk hitam di pasaran berkisar antara Rp65.000 hingga Rp80.000 per kilogram, tergantung kualitas dan ketersediaan.

Fenomena jamur liar musiman ini tidak hanya menjadi sumber pangan alternatif, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat. Warga berharap kekayaan alam tersebut dapat terus dijaga agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (WIT)


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Pemberangkatan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA TA 2026 yang digelar di Lapangan Gelanggang Olahraga...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - TNI terus mengintensifkan pengiriman logistik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari  Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (3/11/2026). Pada hari ini, TNI...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian DPN membahas dinamika keamanan dan...
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...

MEDIA INDONESIA NEWS