bendera

Rabu, 04 November 2026    07:10 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


PT. Agrinas Sukaramai Labura Berdayakan Pekerjakan Masyarakat Sekitar, Hadapi Tantangan Pencurian


Badarudin,    27 Januari 2026,    12:54 WIB

PT. Agrinas Sukaramai Labura Berdayakan Pekerjakan Masyarakat Sekitar, Hadapi Tantangan Pencurian
PT. Agrinas Sukaramai Labura Berdayakan Pekerjakan Masyarakat Sekitar, Hadapi Tantangan Pencurian

Medan - PT Agrinas Palma Nusantara (Agrinas) yang mengelola perkebunan kelapa sawit eks PT Grahadura Leidong Prima di Sukaramai, Labuhanbatu Utara (Labura), memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal.


 

Berbagai posisi mulai dari sopir truk hingga mandor sebagian besar diisi oleh warga di sekitar perkebunan, meskipun perusahaan menghadapi tantangan berupa maraknya pencurian Tandan Buah Segar (TBS) dan persepsi negatif sebagian masyarakat.

 


Sebagaimana dijelaskan pihak Agrinas, perusahaan merekrut puluhan sopir dan truk dari masyarakat sekitar perkebunan. Selain itu, staf dan petugas kebersihan juga diambil dari kalangan warga dekat lokasi perkebunan.

 

"Posisi security dan centeng bahkan seluruhnya diisi oleh masyarakat sekitar tanpa satu pun yang berasal dari luar daerah. Rekrutmen dilakukan sesuai kebutuhan perusahaan dan kompetensi sumber daya warga setempat," kata Manager PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Labura, Kolonel (Sus) Rijal Kani, Selasa (27/1/2026).

 

Tak hanya itu, menurutnya, seluruh proses pemanenan kelapa sawit juga berasal dari masyarakat sekitar, sesuai dengan kebutuhan dan struktur organisasi Agrinas Labura.

 

Bahkan untuk posisi mandor dan krani, Rijal menyebut,  perusahaan memilih kandidat dari Labura yang memiliki kemampuan sesuai dengan standar yang dibutuhkan.

 

"Bila untuk memuaskan semua pihak tentunya tidak bisa. Karena keterbatasan dan kita sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Organisasi Agrinas Labura," lanjutnya.

 

Data yang diperoleh media menunjukkan bahwa Agrinas telah mengambil alih pengelolaan perkebunan tersebut yang merupakan bagian dari lahan sitaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Kejaksaan Agung RI. Namun demikian, perusahaan menghadapi dua tantangan utama dalam menjalankan operasionalnya.

 

Pertama, maraknya kasus pencurian TBS yang menyebabkan keresahan bagi para pekerja lapangan. Pencurian dilakukan sebelum proses panen resmi berjalan, sehingga pemanen, krani, dan mandor kesulitan mencapai target atau basis produksi yang telah ditetapkan.

 

Kedua, sebagian masyarakat menganggap bahwa pengelolaan perkebunan eks Grahadura oleh Agrinas bermasalah, meskipun pengambilan alihan lahan tersebut telah dilakukan melalui prosedur resmi oleh aparat negara. (*)


banner
NASIONAL
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Pemberangkatan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA TA 2026 yang digelar di Lapangan Gelanggang Olahraga...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - TNI terus mengintensifkan pengiriman logistik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari  Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (3/11/2026). Pada hari ini, TNI...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri rapat Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian DPN membahas dinamika keamanan dan...
img
Selasa, 03 November 2026
Kongo - Dalam rangka memperkuat peran aktif Indonesia di kancah internasional sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian, personel Post Operation Base (POB) Komanda Satgas Indo RDB XXXIX-H MONUSCO melaksanakan...
img
Selasa, 03 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu, Senin (2/11/2026). Satgas...
img
Selasa, 03 November 2026
Kalimantan - TNI bersama BMKG dan tim gabungan kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai 8,4 ton garam (NaCl) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...

MEDIA INDONESIA NEWS