bendera

Kamis, 05 November 2026    02:31 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Sepekan Dua Kebakaran Terjadi Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Repinery, Belum Ada Penindakan


Hadi,    22 November 2024,    16:22 WIB

Sepekan Dua Kebakaran Terjadi Tempat Pemasakan Minyak Ilegal Repinery, Belum Ada Penindakan
istimewa

Muba-Mediaindonesianews.com: Belum tuntas pengusutan kasus kebakaran oleh aparat penegak hukum yang terjadi di tempat Pemasakan minyak Ilegal di Desa Loka Jaya, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada, Senin (18/11) lalu, kebakaran kembali terjadi.


Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, kebakaran di sumur bor ilegal diduga kembali terjadi Kamis (21/11) sekitar pukul 17.00 wib di lahan PT Hindoli, Kecamatan Keluang dan sampai saat ini belum ada Tindakan hukum.

Sujarni aktivis Badan Peneliti Independen Kabupaten Muba, mengungkapkan rasa kekecewaannya atas lambannya aparat penegak hukum dalam memproses permasalahan itu. Menurutnya, jika Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Polsek Keluang serius ingin melakukan penegakan hukum, masalah itu bisa segera dituntaskan.

"Kalau APH serius, untuk mengungkap siapa tersangkanya itu sama saja semudah membalikan telapak tangan. Karena memang sebelumnya Aparat sudah melakukan pendataan dan memberikan himbauan kepada pemilik untuk melakukan penutupan secara mandiri," katanya, Jum’at (22/11)


Lebih lanjut Sujarni menjelaskan dugaan lambannya pihak kepolisian menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, hal ini tentu menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat. Bahkan masyarakat menduga tidak berdayanya aparat menetapkan tersangka ini karena diduga aparat telah banyak menerima setoran dari para pemilik tempat ilegal repenery yang ada di wilayah hukum kecamatan Keluang.

"Yang jelas, polisi sudah mengetahui semua siapa pemilik tempat yang terbakar itu. Namun ini diduga karena akan adanya rekayasa, tentang siapa yang akan dijadikan tumbal yang berperan mengakui sebagai pemilik tempat yang terbakar, dengan imbalan rupiah yang nilainya pantastis, yakni mencapai ratusan juta rupiah," ujarnya.

Sementara itu, saat permasalahan ini dikomfirmasi kepada Kapolres Muba AKBP Listiyono Dwi Nugroho, S.IK., MH belum memberikan jawaban. Begitu juga Kapolsek Keluang saat dikonfirmasi melalui Kanitres Dohan juga belum memberikan konfirmasinya. (Hadi)


banner
NASIONAL
img
Kamis, 05 November 2026
Banjar - Satuan Tugas (Satgas) TNI yang tergabung dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali melaksanakan penyemaian 1,6 ton garam (Natrium Klorida/NaCl) guna mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...
img
Rabu, 04 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...
img
Rabu, 04 November 2026
Bandung - TNI memberangkatkan 289 personel Tim Penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menuju Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026). Tim yang...
img
Rabu, 04 November 2026
Kendari - TNI mengerahkan pesawat C-130 Hercules A-1340 untuk mengangkut 12 ton garam (Natrium Klorida/NaCl) guna mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/11/2026)....
img
Rabu, 04 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...
img
Rabu, 04 November 2026
Kalimantan - Satuan Tugas (Satgas) TNI yang tergabung dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali melaksanakan penyemaian bahan modifikasi cuaca berupa 2,8 ton garam (Natrium Klorida/NaCl) untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan...

MEDIA INDONESIA NEWS