bendera

Selasa, 23 Juni 2026    10:17 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Maraknya Konflik Agraria, Ketum AMBS Bakal Temui Menteri ATR/BPN


Tim Red,    15 November 2024,    10:53 WIB

Maraknya Konflik Agraria, Ketum AMBS Bakal Temui Menteri ATR/BPN
Istimewa

Bogor-Mediaindonesianews.com: Maraknya dugaan praktek penguasaan lahan sepihak oleh oknum tertentu serta konflik agraria membuat Ketua Umum Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin S.IP, mendesak Menteri ATR/BPN Yusron Wahid melakukan sidak dan mengevaluasi kinerja Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor.

"Dasar pengamatan dan analisa ini kami himpun dari beberapa lokasi seperti Puncak, Gunung Geulis, Cijeruk, Parung dan beberapa tempat lainnya" kata Muhsin kepada awak media, Rabu (13/11)

Menurut Muhsin konflik agraria di Kabupaten Bogor tak pernah sepi, hal tersebut terjadi sejak puluhan tahun antara warga petani atau penggarap dengan pihak swasta serta selalu melibatkan mafia tanah.

"seperti yang terjadi dalam kasus Summarecon di Kecamatan Sukaraja, antara warga petani penggarap dengan PT BSS, PT CSA, dan PT Halizano di Kecamatan Cijeruk, warga penggarap dengan PT Kuripan Raya di Kecamatan Parung, termasuk penggarap dengan PT MNC Land (KEK Lido) di Kecamatan Cigombong dan Caringin." Jelasnya

Lebih lanjut Muhsin menjelaskan bahwa ratusan hektar tanah negara itu dikuasai oleh swasta sebagai pihak yang punya uang akan tetapi banyak ditelantarkan, disisi lain warga butuh lahan untuk bertani, apalagi sekarang Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang menggalakkan program ketahanan pangan.

"Ujung-ujungnya petani penggarap selalu yang dirugikan dan kalah. Nah, lantas di mana peran BPN. Dalam beberapa kasus tersebut, banyak pihak swasta yang menguasai lahan akan tetapi diduga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 akibat menelantarkan tanahnya dan seharusnya BPN melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum memberikan hak garap kepada swasta. Kedua, BPN harus memberikan sanksi tegas bagi swasta yang menelantarkan tanahnya. Ini yang tidak kami lihat dilakukan oleh BPN Kabupaten Bogor. Makanya harus dievaluasi,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut Muhsin guna menyikapi persoalan agraria khususnya di Kabupaten Bogor, pihaknya dalam waktu dekat akan kembali melakukan audensi kedua dengan Menteri ATR/BPN.

“pada audiensi pertama dengan Menteri ATR/BPN dan Dirjen kami membahas persoalan tanah garapan di Puncak dan progresnya dalam waktu dekat ini kembali akan mendatangi Menteri untuk membahas soal konflik agraria yang makin marak di Kabupaten Bogor dan hal ini tentunya berimplikasi pada penilaian prestasi kinerja Kepala ATR/BPN yang dinilai lemah dan lamban atas maraknya kasus mafia lahan yang ada" pungkasnya.***




banner
NASIONAL
img
Senin, 22 Juni 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan mendorong penguatan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai landasan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang
img
Senin, 22 Juni 2026
Bangka – Tim Gabungan Satlap Tri Cakti, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Pusintelmar, Tim Intel Korem 045/Garuda Jaya (GY), Lanal Babel, dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) kembali
img
Senin, 22 Juni 2026
Bogor-Mediaindonesianews.com: Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian sungai. Menurutnya, upaya memuliakan sungai
img
Minggu, 21 Juni 2026
PBTI – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M. menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat kepada tim Pelatnas Taekwondo Indonesia yang telah meraih medali
img
Minggu, 21 Juni 2026
Bangka – Tim Gabungan Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti, Satgasus Satintelmar Pusintelal, dan Pos Air Kantung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 6 ton bijih timah ilegal di kawasan Air Kantung,
img
Jumat, 19 Juni 2026
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Pernyataan pihak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar yang sempat menyebut kedatangan aparat ke kantornya dilakukan oleh tim Inspektorat berbanding terbalik dengan konfirmasi resmi Komisi Pemberantasan Korupsi

MEDIA INDONESIA NEWS