bendera

Rabu, 04 November 2026    22:57 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

KABAR DAERAH
 


Bupati Taput Hadiri Peluncuran Buku “Ekosistem Harangan Tapanuli”


BN,    29 Desember 2023,    00:12 WIB

Bupati Taput Hadiri Peluncuran Buku “Ekosistem Harangan Tapanuli”
Bupati Taput Hadiri Peluncuran Buku “Ekosistem Harangan Tapanuli”

Taput-Mediaindonesianews.com: Bupati Tapanuli Utara (Taput) Dr. Drs. Nikson Nababan, M.Si menghadiri peluncuran Buku “Ekosistem Harangan Tapanuli” bertempat di kediaman Bupati Taput, Sipoholon, Kamis (28/12).


Bupati Taput Hadiri Peluncuran Buku “Ekosistem Harangan Tapanuli”

Dalam sambutabutannya Bupati Nikson Nababan menyampaikan bahwa terbitnya buku ajar “Ekosistem Harangan Tapanuli” ini diharapkan dapat memperkenalkan ekosistem harangan Tapanuli bagi anak usia sekolah khususnya Tingkat SD secara formal, selanjutnya dapat menjadi salah satu media untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga harangan Tapanuli dan lingkungan sekitarnya.

"Dengan adanya buku Ekosistem Harangan Tapanuli ini peserta didik dan anak-anak kami dapat mengerti tentang ilmu pengetahuan alam dan sosial yang di integrasikan dengan potensi yang dimiliki ekosistem Harangan Tapanuli. selain   itu melalui media buku ini dapat mengenalkan ekosistem sembari melakukan pelestarian Harangan Tapanuli" katanya.

Seperti diketahui, ekosistem harangan tapanuli disebut juga dengan istilah Kawasan Eksosistem Batang Toru merupakan ekosistem dengan sumber daya alam yang begitu indah dan tak ternilai harganya. Ekosistem ini memiliki nilai keanekaragaman yang sangat tinggi, dan menjadi tempat tinggal berbagai Flora dan Fauna langka yang dilindungi.


Beberapa jenis satwa langka dilindungi yang masih ditemukan antara lain Orang utan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), Tapir (Tapirus indicus), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Kucing Batu (Pardofelis marmorata), Beruang Madu (Helarctos malayanus) dan Kambing Hutan (Neamorhedus sumatrensis). Selain kaya akan jenis satwa dan flora serta penyeimbang ekosistem dan lingkungan hidup, Ekosistem Harangan Tapanuli juga berfungsi sebagai sumber tangkapan air yang selalu dimanfaatkan masyarakat dan private sector di sekitarnya.

Luas kawasan Harangan Tapanuli di Taput sekitar sebesar 86.477 ha dan ada enam kecamatan yang masuk kedalam kawasan ini, diantaranya Adiankoting Pahae Jae, Pahae Julu, Simangumban, Purba Tua, dan Pangaribuan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, untuk mencapai tujuan tersebut maka peran serta dan kerjasama dari semua elemen/stakeholder di sekitarnya sangat diperlukan. Salah satu hal yang penting dilakukan adalah kegiatan penyadartahuan kepada masyarakat sekitar khususnya kepada generasi muda/ anak sekolah.

Pada bulan Juli 2023 Yayasan Ekosistem Lestari dan Dinas Pendidikan Kabupaten Taput sepakat menjalin kerjasama untuk menjadikan Lingkungan Hidup sebagai bahan ajar. Dalam penyusunan buku ajar ini juga dibentuk Tim Penyusun.

Selain itu peluncuran buku “Ekosistem Harangan Tapanuli” sebagai bahan ajar penunjang kegiatan belajar mengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD). Harapannya buku bahan ajar ini dapat digunakan dan diterapkan di tingkat SD. Selanjutnya buku ini dapat memperkenalkan Ekosistem Harangan Tapanuli ke masyarakat luas dalam kegiatan pendidikan formal.

Ada 6 Topik dalam bahan buku ajar ini sesuai dengan tingkatan kelas di dalam SD. Topik pertama untuk Kelas I SD berjudul Tumbuhan dan Hewan Endemik Hutan Tapanuli. Peserta didik akan diperkenalkan berbagai jenis tumbuhan dan hewan endemik dan langka Hutan Tapanuli dan mengenal satwa endemik orangutan. Topik kedua untuk kelas II SD berjudul Lingkungan Alami dan Buatan. Peserta didik akan diperkenalkan, belajar mengelompokkan dan mendeskripsikan benda-benda di lingkungan sekitar sebagai bagian dari lingkungan alami dan buatan.

Topik ketiga untuk kelas III SD berjudul Pelestarian Sumber Daya Harangan Tapanuli. Peserta didik dapat mengidentifikasi masalah dan dan upaya yang berkaitan dengan pelestarian sumber daya alam di lingkungan sekitarnya. Topik keempat untuk kelas IV SD berjudul Bentang Alam Tapanuli. Peserta didik diharapkan dapat mendeskripsikan keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan lokal dan upaya pelestariannya. Peserta didik dapat mengenal, mengidentifikasi ragam bentang alam ditapanuli dan keterkaitannya dengan profesi masyarakat.

Topik kelima untuk kelas V SD berjudul Ekosistem Harangan Tapanuli. Peserta didik dapat mengaitkan hubungan saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik di Harangan Tapanuli. Selanjutnya mampu menyelidiki bagaimana hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik dan abiotik dapat mempengaruhi kestabilan suatu ekosistem di Harangan Tapanuli. Topik keenam untuk Kelas VI SD berjudul Perubahan Kondisi Alam.

Peserta didik dapat merefleksikan bagaimana perubahan kondisi alam di permukaan bumi yang terjadi akibat faktor alam maupun perbuatan manusia. Peserta didik mampu mengidentifikasi pola hidup yang menyebabkan terjadinya permasalahan lingkungan serta mampu memprediksi dampak perubahan kondisi alam terhadap kondisi sosial, kemasyarakatan, dan ekonomi Harangan Tapanuli.

Hadir dalam peluncuran buku “Ekosistem Harangan Tapanuli” Kadis Pendidikan Taput Bontor Hutasoit, Tim Yayasan Ekosistem, Lestari Julius Siregar, Friska Hutasoit. Tim penulis dan penyusun buku Lenni Nurcahaya Purba, Saut Panjaitan, Jhon Carson Sinaga, Elfransco Sinaga, Patar Jansen Manalu dan Limjun Butarbutar serta Pimpinan OPD Stakeholders pendukung pembuatan buku bahan ajar, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Dinas Bappedalitbang, Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Taput. (BN)


banner
NASIONAL
img
Rabu, 04 November 2026
Bandung - TNI memberangkatkan 289 personel Tim Penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menuju Palembang, Palangkaraya, dan Banjarmasin dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026). Tim yang...
img
Rabu, 04 November 2026
Kendari - TNI mengerahkan pesawat C-130 Hercules A-1340 untuk mengangkut 12 ton garam (Natrium Klorida/NaCl) guna mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terpadu di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (4/11/2026)....
img
Rabu, 04 November 2026
Palembang - TNI bersama BMKG dan tim gabungan terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penanggulangan kabut asap di wilayah Palembang, Sumatera Selatan, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...
img
Rabu, 04 November 2026
Kalimantan - Satuan Tugas (Satgas) TNI yang tergabung dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali melaksanakan penyemaian bahan modifikasi cuaca berupa 2,8 ton garam (Natrium Klorida/NaCl) untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Pemberangkatan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M MINUSCA TA 2026 yang digelar di Lapangan Gelanggang Olahraga...
img
Selasa, 03 November 2026
Jakarta - TNI terus mengintensifkan pengiriman logistik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari  Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Selasa (3/11/2026). Pada hari ini, TNI...

MEDIA INDONESIA NEWS