bendera

Kamis, 03 September 2026    04:20 WIB
MEDIA INDONESIA NEWS

Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

HUKUM DAN KRIMINAL
 


Tersangka Eni Saragih Sebut Sofyan Basir Terima Suap PLTU Riau 1


Roisa Devi,    01 September 2018,    20:28 WIB

Tersangka Eni Saragih Sebut Sofyan Basir Terima Suap PLTU Riau 1

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menyebut Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir ikut menerima uang suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.


"Baru dari satu orang saja si Eni (yang menyebut Sofyan Basir terima uang). Nah baru satu saksi itu aja," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di sela-sela lokakarya media, Jakarta, Sabtu (1/9).

Pria yang akrab disapa Alex itu menyatakan Eni juga menyambangi bahwa uang yang dirinya terima juga masuk ke kantong mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Menurut Alex, berdasarkan pengakuan Eni, uang terkait proyek PLTU Riau-1 itu bakal dibagikan bersama Idrus dan Sofyan.


"Dia (Eni) menyampaikan kepada si IM (Idrus Marham) kemarin, saya abis ketemu dengan SB (Sofyan Basir). Nanti pembagiannya sama-sama," ujarnya

 

Meski demikian, kata Alex, pihaknya masih terus mengumpulkan bukti untuk memperkuat keterangan Eni terkait keterlibatan Sofyan dalam proyek senilai US$900 juta.

"Kalau sudah cukup bukti pasti kami naikkan kan. Hanya sebatas sebagai saksi, karena alat buktinya belum cukup," kata dia.

Nama Sofyan mencuat setelah Eni Saragih dan Kotjo ditangkap tim penindakan KPK pada 13 Juli 2018. Penyidik KPK bahkan langsung menggeledah rumah pribadi dan ruang kerja Sofyan di kantor pusat PT PLN, sehari setelah Eni Saragih dan Kotjo ditetapkan sebagai tersangka suap.

Sofyan telah dua kali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Eni Saragih dan Kotjo. Penyidik lembaga antirasuah pun telah menyita telepon seluler Sofyan.

Sofyan diperiksa pertama pada 20 Juli 2018. Usai diperiksa Sofyan mengaku mengenal Eni Saragih dan Kotjo. Ia juga mengaku beberapa kali bermain golf bareng Idrus. Namun, Sofyan membantah mengetahui pemberian uang yang dilakukan Kotjo kepada Eni Saragih.

Kemudian Sofyan diperiksa kembali sebagai saksi pada 7 Agustus lalu. Pada pemeriksaan kali itu, penyidik KPK pun mendalami dugaan pertemuan yang dilakukan Sofyan dengan Eni Saragih dan Kotjo.

Dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 ini, KPK telah menjerat tiga orang sebagai tersangka. Mereka di antaranya Eni, Kotjo, dan terbaru Idrus Marham. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo.


banner
NASIONAL
img
Kamis, 03 September 2026
Nusa Tenggara Timur, mediaindonesianews.com - Memasuki hari kesembilan belas penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI melanjutkan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, Rabu (2/9/2026). Upaya tersebut
img
Rabu, 02 September 2026
OKU Timur, mediaindonesianews.com - Wadan Kodiklat TNI Marsda TNI Bambang Gunarto mewakili Dankodiklat TNI meninjau kegiatan _Engineer Civic Action Program_ (ENCAP) Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Lampung - Prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan menembak sniper dan jungle survival di Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Rabu (2/9/2026). Latihan ini diikuti prajurit dari Indonesia,
img
Rabu, 02 September 2026
Bandung, mediaindonesianews.com - Personel TNI dan militer negara mitra melaksanakan _Humanitarian Assistance and Disaster Relief_ (HADR) _Tabletop Exercise_(TTX) dalam rangka Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di
img
Rabu, 02 September 2026
Sumsel - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera
img
Rabu, 02 September 2026
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu kembali menjadi sorotan setelah hingga Agustus 2026 belum menunjukkan perkembangan signifikan. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap kualitas penyelenggaraan pemilu mendatang sekaligus memperpanjang persoalan

MEDIA INDONESIA NEWS